Hari Anak Nasional 2026: Kisah Veronika, Nasabah PNM Mekaar yang Berjuang Demi Masa Depan Sang Buah Hati

Perjuangan Veronika, nasabah PNM Mekaar di NTT, mengantarkan putrinya menjadi juara kelas lima tahun berturut-turut berkat semangat dan dukungan pendidikan.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 25 Juli 2026, 07:09 WIB
Foto dok. PNM Mekaar

Liputan6.com, Jakarta - Di sebuah sudut Kampung Wae Moto, Nusa Tenggara Timur, Veronika Reni memulai hari-harinya dengan rutinitas yang sama. Sejak pagi ia turun ke kebun sayur, merawat tanaman yang menjadi sumber penghidupan keluarganya. Di balik kesibukan itu, ada satu tujuan yang selalu ia pegang teguh, yakni memastikan putrinya, Citra, memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

Semangat itulah yang membuat Veronika menjadi nasabah pertama PNM Mekaar di kampungnya ketika program tersebut hadir pada 2020. Keputusan itu bukan sekadar untuk mengembangkan usaha, melainkan sebagai langkah awal agar anaknya tidak harus menjalani perjuangan hidup yang sama seperti dirinya.

Kisah Veronika terasa begitu relevan dengan semangat Hari Anak Nasional ke-42 yang diperingati pada 23 Juli 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan." Bagi perempuan yang menggantungkan hidup dari hasil kebun sayur itu, tema tersebut bukan hanya slogan, tetapi menjadi prinsip yang dijalani setiap hari.

Kini, Citra yang duduk di bangku kelas 6 SD Inpres Wae Moto telah membuktikan hasil dari perjuangan sang ibu. Selama lima tahun berturut-turut, ia berhasil mempertahankan peringkat pertama di kelasnya. Bagi Veronika, setiap rapor yang dibawa pulang putrinya menjadi pengingat bahwa segala kerja keras selama ini tidak pernah sia-sia.

Keberanian Memulai Demi Masa Depan Anak

Foto dok. PNM Mekaar

Sebelum bergabung dengan PNM Mekaar, Veronika adalah satu dari sekian banyak perempuan di pelosok Indonesia yang tahu persis rasanya ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tapi terbentur keterbatasan. Kebun sayurnya ada, kemauan bekerjanya besar, tapi modal untuk mengembangkan usaha terasa jauh dari jangkauan. Ketika PNM Mekaar pertama kali masuk ke Kampung Wae Moto, Veronika adalah yang pertama mengangkat tangan. Ia menjadi nasabah pertama di kampungnya, sebuah keputusan yang ia ambil bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Citra. "Yang penting anak saya bisa sekolah dengan baik, punya masa depan yang lebih baik dari saya," ujar Veronika.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar usaha nasabah berkembang, tetapi juga dari kesempatan yang dimiliki anak-anak mereka untuk meraih pendidikan yang layak. "PNM percaya setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui pendampingan yang kami berikan, kami ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam menjaga harapan anak-anak mereka," ujar Kindaris.

Komitmen ini diwujudkan secara nyata melalui PNM Scholarship 2026, di mana sebanyak 1.590 anak nasabah aktif Mekaar dan ULaMM menerima beasiswa pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi sebuah langkah yang memastikan pemberdayaan PNM tidak berhenti pada ibu yang berjualan sayur di kebun, tetapi menjangkau pula anak-anak seperti Citra yang duduk di bangku sekolah dengan mimpi yang lebih besar dari generasi sebelumnya. Citra juga menjadi salah satu penerima beasiswa dari PNM agar satu tanggungan Veronika mulai bisa dilepas.

Kisah Veronika dan Citra adalah kisah yang terjadi di jutaan rumah tangga prasejahtera di seluruh Indonesia. Saat para ibu- memilih untuk tidak menyerah, dan anak-anaknya tumbuh menjadi bukti hidup dari pilihan itu. Di momentum Hari Anak Nasional 2026, PNM meyakini bahwa mendukung perempuan prasejahtera berarti sekaligus mendukung masa depan anak-anak mereka. Ketika seorang ibu punya akses, pendampingan, dan kepercayaan untuk berkembang, anaknya pun mendapat kesempatan yang lebih besar untuk bermimpi, belajar, dan meraih kehidupan yang lebih baik. Citra boleh bercita-cita setinggi langit, karena di Kampung Wae Moto ada seorang ibu yang setiap harinya turun ke kebun, memastikan mimpi itu punya tanah untuk bertumbuh.

#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya