Kalya Mahiya dan Kiny Cultura Juara 1 Tari Rakyat Tradisional di Inggris, Bikin Bangga!

Kalya Mahiya mengekspresikan rasa bangga setelah turut mengantar Merah Putih ke podium tertinggi.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 24 Juli 2026, 14:59 WIB
(Foto: Dok. Koleksi Pribadi Kalya Mahiya)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar baik datang dari Inggris. Misi budaya Kiny Cultura Indonesia jadi juara 1 Kompetisi Kelompok Tari Rakyat Tradisional di Llangollen International Musical Eisteddfod 2026. Lewat penampilan memukau Tari Sanghyang dari Bali, Indonesia mengungguli 17 grup dari 14 negara di seluruh dunia. Salah satu penari yang tampil di Llangollen International Musical Eisteddfod 2026 yakni Kalya Mahiya, siswi kelas XII dari SMA Al Izhar Pondok Labu. Ia mengekspresikan rasa bangga setelah turut mengantar Merah Putih ke podium tertinggi.

“Rasanya luar biasa dan membanggakan! Momen kemenangan di panggung internasional ini bukti bahwa dedikasi kita dalam melestarikan budaya diakui dunia. Melihat bendera kita dikibarkan adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” kata Kalya Mahiya ketika dihubungi awak media pada 23 Juli 2026.

Saat tampil, duta Indonesia ini menyajikan lima tarian yakni Tari Sanghyang Geni (Bali), Tari Nandak Ondel-Ondel (Betawi), Tari Utan Along (Kalimantan), Tari Indang (Pariaman), dan Indonesia Street dance.

“Kami menampilkan kesenian yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia. Tari Sanghyang Geni misalnya, kami bawakan sebagai ritual suci untuk menunjukkan sisi spiritual dan komunikasi dengan Sang Pencipta,” Kalya Mahiya menjelaskan.

Sanghyang Geni memiliki tujuan luhur yaitu membersihkan energi negatif dan melindungi masyarakat dari malapetaka. Lain halnya dengan Tari Indang, dibawakan sebagai wujud akulturasi budaya agama dan lokal yang dinamis juga harmonis.


Pencapaian Lewat Proses Panjang

(Foto: Dok. Koleksi Pribadi Kalya Mahiya)

Sementara itu, Indonesia Street Dance menggambarkan kegembiraan dan semangat remaja Indonesia timur dalam memaknai kemerdekaan. Sebagai harapan masa depan bangsa, mereka bersinergi dalam kebersamaan untuk merajut mimpi menuju Indonesia Emas.

Pencapaian yang diraih Kalya Mahiya dan tim misi budaya melewati proses panjang. Mereka harus berlatih intens selama lima bulan. Dalam seminggu, berlatih hingga lima kali dengan durasi tiga sampai empat jam setiap sesi latihan.

“Waktu latihan kami gunakan untuk mendalami makna filosofis gerakan, terutama menjaga sinkronisasi dan penghayatan mendalam,” ucapnya. Meski telah tampil di berbagai panggung dunia, Kalya Mahiya masih gugup saat akan menari. Bersyukur, gugup itu dapat diatasi.“Saya mengatasinya dengan fokus pada pernapasan, doa bersama tim untuk menyatukan energi, serta membangun konsentrasi penuh agar setiap detail gerak, terutama dalam aspek spiritual Tari Sanghyang Geni, tersampaikan dengan khidmat,” urai Kalya Mahiya.


Tarik Pelajaran Berharga

Berkompetisi di panggung kelas dunia serta bertemu dengan para penampil dari berbagai negara, memberi pelajaran berharga bagi Kalya Mahiya dan kawan-kawan. Salah satunya, tentang pentingnya menjaga integritas budaya.

“Kompetisi ini mengajari saya bahwa tarian bukan sekadar gerakan, tapi cara untuk berbagi filosofi, spiritualitas, dan sejarah bangsa kepada dunia. Kerja sama dan disiplin tinggi kunci untuk menyajikan kesenian tersebut secara sempurna di panggung global,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya