CULTURA 2027 dan Wajah Baru Hari Anak Nasional, Saat Anak Diajak Membentuk Masa Depan

CULTURA 2027 membuka ruang bagi anak untuk berdialog, memimpin, dan berkolaborasi.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 24 Juli 2026, 18:00 WIB
Peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 mengusung tema "Voices of the Future" di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

 

Liputan6.com, Jakarta - Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 menjadi salah satu potret perubahan makna Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Mengusung tema "Voices of the Future," festival tersebut membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan gagasan, berdialog, dan terlibat dalam pembahasan isu-isu yang berkaitan dengan masa depan.

Format itu melampaui perayaan yang selama ini identik dengan pentas seni atau unjuk bakat. Kick-off festival mempertemukan delegasi anak dari Indonesia dan 15 negara dalam sebuah simposium yang membahas kepemimpinan, kebudayaan, dan perdamaian sebagai rangkaian menuju penyelenggaraan festival pada 2027.

Pendiri Keana Production, sekaligus penggagas CULTURA 2027 Marcella Zalianty mengatakan bahwa gagasan tersebut lahir dari keinginan menghadirkan ruang yang benar-benar memberi kesempatan pada anak untuk berpartisipasi secara aktif.

"Saya melihat sepertinya ini harus ada di Indonesia. Sebuah event di mana anak-anak tidak hanya menjadi objek, tidak hanya menjadi penonton, tapi benar-benar menjadi subjeknya," katanya saat jumpa pers di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Konsep tersebut mencerminkan perubahan cara memandang peran anak dalam masyarakat. Anak tidak lagi ditempatkan hanya sebagai penerima pendidikan atau peserta kegiatan, melainkan individu yang mampu menyampaikan gagasan, bertukar pandangan, dan mengambil bagian dalam percakapan mengenai berbagai isu global.

Gagasan menghadirkan CULTURA berawal dari pengalaman Marcella saat mendampingi delegasi teater anak Indonesia mengikuti sebuah ajang kebudayaan di Jerman. Pengalaman itu memperlihatkan masih terbatasnya forum internasional yang secara khusus memberi ruang bagi anak untuk berdialog dan berkolaborasi secara setara dengan peserta dari berbagai negara.

 

Benang Merah

Peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 mengusung tema "Voices of the Future" di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Tema "Voices of the Future" menjadi benang merah yang mewarnai seluruh rangkaian kegiatan menuju festival pada 2027. Tema tersebut menekankan bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk ikut membentuk masa depan melalui ide, kreativitas, dan keberanian menyampaikan pendapat.

Marcella menilai orang dewasa memiliki tanggung jawab membuka jalan agar suara anak dapat didengar lebih luas. "Mereka bukan hanya pewaris masa depan, tapi juga pencipta masa depan. Jadi kita hadir untuk menjadi jembatan agar suara mereka terdengar louder, keberanian mereka juga bolder," katanya.

Selain membahas kepemimpinan, CULTURA 2027 menjadikan kebudayaan sebagai media untuk mempertemukan anak-anak dari berbagai latar belakang. Delegasi yang hadir tidak hanya berbagi pengalaman mengenai kehidupan di negara masing-masing.

Kebudayaan Jadi Bahasa Universal Generasi Muda

Peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 mengusung tema "Voices of the Future" di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Mereka juga memperkenalkan identitas budaya dari negara perwakilan melalui pakaian tradisional, seni pertunjukan, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya. Pertukaran tersebut diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai sejak usia dini.

Pendekatan berbasis budaya dinilai memiliki peran penting dalam membangun pemahaman lintas negara. Anak-anak tidak hanya belajar mengenal tradisi baru, tapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami nilai yang hidup di balik setiap kebudayaan.

Proses tersebut membantu mereka melihat keberagaman sebagai kekuatan yang dapat mempererat hubungan antarmasyarakat. Marcella menegaskan perbedaan budaya tidak seharusnya dipandang sebagai penghalang untuk bekerja sama.

"Kita ingin mengajarkan anak-anak bahwa keragaman ini bukan ancaman, melainkan sebuah orkestra harmoni," ujarnya.

 

Membangun Masa Depan Dimulai dari Mendengar Suara Anak

Peluncuran Children & Youth International Festival (CULTURA) 2027 mengusung tema "Voices of the Future" di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Rangkaian menuju CULTURA 2027 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Penyelenggara juga menyiapkan forum diskusi, pengembangan karakter, pelatihan kepemimpinan, serta kesempatan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.

Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk membantu anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, serta bekerja sama dalam lingkungan yang beragam. Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan arah kegiatan anak yang kini semakin menekankan pengembangan karakter dan keterampilan sosial.

Kemampuan berdialog, menghargai perbedaan, serta membangun kolaborasi lintas budaya menjadi bekal yang dinilai sama pentingnya dengan prestasi akademik. Hari Anak Nasional pun menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, didengar, dan terlibat dalam membangun masa depan bersama.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya