Usai Dipecat, Mantan Menhan Ukraina Kini Tolak Tawaran Zelenskyy

Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov menolak upaya Presiden Volodymyr Zelenskyy mengajaknya kembali ke pemerintahan.

oleh Septian DenyDiterbitkan 24 Juli 2026, 16:00 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melihat ke luar jendela mobil saat tiba untuk menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, Selasa (7/7/2026). (Dok. Metin Aktaş/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Kyiv - Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov menyatakan menolak upaya Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk membujuknya kembali bergabung ke dalam pemerintahan dengan jabatan baru agar tetap berperan dalam menghadapi invasi Rusia yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Dikutip dari Associated Press, Jumat (24/7/2026), Fedorov diberhentikan pekan lalu setelah hanya enam bulan menjabat sebagai menteri pertahanan. Selama menjabat, dia dikenal sebagai figur muda yang populer berkat keberhasilannya memodernisasi angkatan bersenjata Ukraina dan meningkatkan kemampuan militer melalui pemanfaatan teknologi secara inovatif. Dia juga dikenal karena langkah-langkahnya memberantas korupsi dalam pengadaan alat pertahanan.

Pemberhentian Fedorov memicu aksi protes di berbagai kota di Ukraina yang memberikan tekanan terhadap Zelenskyy. Situasi tersebut juga disambut positif oleh para pejabat di Moskow.

Dalam pernyataannya, Fedorov mengatakan bahwa memimpin Kementerian Pertahanan merupakan satu dari hanya tiga posisi yang benar-benar menentukan arah perang, selain presiden dan panglima angkatan bersenjata.

Dia menegaskan tidak akan menerima jabatan apa pun selain sebagai menteri pertahanan. Sikap tersebut dipandang sebagai bentuk penolakannya terhadap tawaran Zelenskyy.

Sebelumnya pada Kamis (23/7), Zelenskyy mengatakan telah menawarkan posisi Wakil Perdana Menteri Bidang Inovasi Militer kepada Fedorov.

Namun, Fedorov menyatakan ingin menuntaskan agenda reformasi yang telah dirintis di Kementerian Pertahanan, tetapi terhenti setelah hubungannya memburuk dengan Panglima Angkatan Bersenjata Oleksandr Syrskyi, yang berlatar belakang pendidikan militer era Soviet dan dipandang sebagai bagian dari kelompok lama di tubuh militer.

 

Berantas Korupsi

Menurut Fedorov, tidak ada jabatan lain yang memiliki kewenangan nyata untuk memberantas korupsi dalam pengadaan militer, menyelesaikan transformasi angkatan bersenjata, merancang dan menjalankan operasi asimetris terhadap musuh, serta menghapus budaya kebohongan dan minimnya akuntabilitas di dalam sistem.

Dia mengatakan mulai memimpin Kementerian Pertahanan pada Januari lalu dengan rencana mengakhiri perang melalui penguatan sistem pertahanan udara, mempertahankan garis depan, sekaligus melemahkan perekonomian Rusia lewat serangan jarak jauh.

"Berbagai hasil yang kami capai bersama telah menciptakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu peluang untuk memaksa Rusia menuju perdamaian melalui kekuatan. Dan kita tidak boleh kehilangan kesempatan itu," kata Fedorov.    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya