Liputan6.com, Manila - Penguatan ketahanan ASEAN dan Korea Selatan dalam menghadapi krisis harus menjadi fokus kerja sama kedua pihak ke depannya.
“Pembangunan kemitraan ekonomi antara ASEAN dan Korea Selatan yang lebih terintegrasi merupakan langkah awal dalam memperkuat kerja sama kedua pihak,” ucap Menlu Sugiono pada pertemuan Post-Ministerial Conference antara ASEAN dan Korea Selatan di Manila, Filipina, dikutip Kamis (23/7/2026).
Advertisement
Menlu Sugiono menyampaikan bahwa pemutakhiran perjanjian kerja sama perdagangan bebas antara ASEAN dan Korea Selatan dilakukan pada saat yang tepat. “Pemutakhiran ini akan membuat kemitraan ekonomi kedua pihak yang lebih modern, berorientasi ke depan dan semakin kokoh,” pungkas Menlu Sugiono.
“Perluasan pasar dagang digital dan sektor-sektor strategis lainnya akan membuka kesempatan baru bagi para pelaku bisnis dan masyarakat luas untuk meningkatkan kerja sama,” lanjut Menlu Sugiono.
Kerja sama untuk mendorong transformasi digital, khususnya dalam membangun konektivitas dan literasi digital merupakan bidang yang perlu dikembangkan. “Sebagai contoh, smart agriculture dapat semakin membuka akses pasar dan kesempatan yang lebih luas bagi para petani,” tambah Menlu Sugiono.
Peluncuran ASEAN-Korea High Performance Computing Facility di Jakarta bulan Juni 2026 juga disebut oleh Menlu Sugiono sebagai refleksi komitmen bersama untuk meningkatkan kemampuan untuk pemanfaatan kecerdasan artifisial dan riset berbasis data di seluruh ASEAN.
“Pada akhirnya, ketahanan serta perdamaian dan stabilitas hanya akan dapat tercapai dengan multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional dan pengedepanan prinsip-prinsip untuk penyelesaian konflik secara damai,” tutup Menlu RI.