Peran Nanik S Deyang di BGN Belum Berakhir Meski Mundur

Presiden Prabowo Subianto meminta Nanik S Deyang tetap membantu mengawasi Badan Gizi Nasional meski telah mundur.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 23 Juli 2026, 15:08 WIB
Kepala BGN Nanik S. Deyang

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, Presiden Prabowo Subianto masih meminta mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang membantu mengawasi lembaga tersebut setelah mengundurkan diri.

"Itu kan permintaan ya atau permohonan dari Bapak Presiden. Karena pengalaman beliau dirasa masih bisa untuk membantu BGN," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Terkait dasar hukum pembentukan Dewan Pengawas BGN, menurutnya, pemerintah masih melihat bentuk pengaturan yang paling sesuai. Menurut Prasetyo, fungsi jabatan lebih penting daripada penyebutan nomenklaturnya.

"Nanti kita lihat ya. Kan sebenarnya maknanya bisa jadi kan sama. Dewan Pengarah maupun Dewan Pengawas dalam hal menjalankan tugasnya. Maksud kami mungkin kita tidak terjebak ke dalam istilah mana yang pengarah atau pengawas. Yang penting nanti fungsinya," jelas dia.

Prasetyo menegaskan, pemerintah tidak mempermasalahkan apabila fungsi yang diinginkan sudah dapat dijalankan melalui struktur yang telah diatur dalam Perpres.

"Kalau memang kemudian berdasarkan perpres itu sudah ada nomenklaturnya di situ SOTK-nya Dewan Pengarah dan kalau memang tugasnya itu kemudian sesuai juga dengan yang kita kehendaki, juga enggak ada masalah juga," kata dia.

Warisan Nanik S Deyang untuk BGN dan MBG

Sebelumnya, Nanik S Deyang mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena harus menjalani pengobatan jantung ke luar negeri. Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, nanik meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto karena harus pamit demi kesehatannya.

Kendati belum genap menjabat, Nanik mengaku telah membongkar sejumlah masalah, mencari solusi dan memberikan warisan reformasi birokrasi di tubuh BGN dan tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai kepala BGN, demi kesehatan saya," kata Nanik dikutip Liputan6.com.

Yang terbaru, Nanik mengganti lima pejabat eselon satu yang diambil dari lima kementerian lembaga, yaitu dari Kemenkes, Kemndikdasmen, Kemenkeu, BPKP dan Kejaksaan. Dia berharap, BGN lebih berintegritas dan professional karena diisi orang-orang ahli di bidangnya.

Lima pejabat baru BGN itu di antaranya Lili Khamiliyah selaku Sekretaris Utama, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea selaku Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri selaku Deputi bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto selaku Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama dan Ketut Sumedana selaku Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan.

Nanik juga membentuk 11 Tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai tim refocusing demi memastikan 62 juta lebih penerima manfaat MBG tepat sasaran.

"Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (Balita, Busui dan Bumil), anak-anak SD-SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar)," ujar Nanik.

Selain itu, dia mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.

Nanik juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara. Lalu membentuk tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional, untuk memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi sesuai petunjuk teknis.

"Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional, karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesuai petunjuk teknis," tuturnya.

Berikutnya, Nanik membentuk tim MBG di kawasan 3T agar anak di wilayah tersebut dapat merasakan fasilitas negara seperti di wilayah lain.

"Kemudian juga ada tim program MBG di kawasan 3T yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. Ada juga tim efisiensi dan lainnya," kata Nanik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya