Viral Korban Harimau di Lampung, TNBBS Ungkap Faktanya

Korban dalam video ternyata bukan akibat serangan harimau.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 23 Juli 2026, 11:52 WIB
Tangkapan layar klaim video warga di Lampung Barat tewas diterkam harimau (Liputan6.com/Istimewa).

 

Liputan6.com, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) membantah video viral yang mengkaim tiga warga tewas diterkam harimau di wilayah Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Otoritas memastikan informasi tersebut merupakan hoaks.

Kepala Balai Besar TNBBS, Hifzon Zawahiri mengatakan, hingga saat ini tidak pernah terjadi peristiwa tiga warga meninggal dunia akibat serangan harimau seperti yang dinarasikan dalam video yang beredar.

"Sehubungan dengan adanya video yang beredar bahwa ada warga meninggal dunia karena diterkam oleh harimau, kami mengklarifikasi bahwa berita tersebut adalah informasi bohong atau hoaks," kata Hifzon, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, hasil penelusuran menunjukkan foto dan video yang disebarkan bukan berasal dari Lampung Barat maupun kejadian konflik manusia dengan harimau.

Menurut Hifzon, dokumentasi tersebut merupakan rekaman insiden ledakan mortir di Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dalam peristiwa itu, tiga korban meninggal dunia setelah menemukan mortir lalu mencoba membukanya hingga terjadi ledakan.

"Video atau foto yang beredar tersebut sebenarnya adalah korban ledakan mortir di Bandung, Jawa Barat. Ketiga orang tersebut menemukan mortir dan mencoba membukanya, lalu terjadi ledakan," jelasnya.

 

 

 

Masyarakat Tidak Mudah Percaya

Dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terlebih yang berkaitan dengan konflik satwa liar. Warga juga diminta tidak ikut menyebarkan foto, video, maupun narasi yang belum dipastikan kebenarannya.

"Jadi untuk berita, baik foto, video, atau narasi lainnya yang menyatakan bahwa tiga orang menjadi korban harimau adalah tidak benar," tegas Hifzon.

Pihak TNBBS mengingatkan masyarakat untuk selalu mengonfirmasi informasi melalui sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya