Prediksi Harga Emas Hari Ini 23 Juli 2026

Harga emas diperkirakan masih bergerak konsolidasi. Dupoin Futures menilai tren bullish tetap terjaga meski koreksi jangka pendek terbuka.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Juli 2026, 10:15 WIB
Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Dupoin Futures memproyeksikan harga emas di area US$ 4.082 hingga US$ 4.063 sebagai zona support utama. Foto: DAVID GRAY | AFP

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Meski peluang penguatan dalam jangka menengah tetap terbuka, emas berpotensi mengalami koreksi sehat dalam jangka pendek setelah beberapa kali gagal menembus area resistance utama.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas masih berada dalam tren bullish. Namun, pelemahan momentum beli membuat pelaku pasar diperkirakan lebih memilih menunggu arah baru sebelum kembali mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan tekanan beli mulai kehilangan tenaga sehingga pasar berpotensi membentuk secondary trend atau koreksi sementara sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya.

Dalam analisis teknikal pada grafik time frame H4 (4 jam), harga emas masih mempertahankan struktur bullish. Akan tetapi, reli harga kembali tertahan di area resistance US$ 4.135 hingga US$ 4.148.

Menurut Geraldo, kegagalan menembus level tersebut menunjukkan minat beli mulai melemah setelah sebelumnya berhasil mendorong kenaikan harga secara signifikan.

"Kondisi seperti ini merupakan dinamika yang cukup umum terjadi dalam sebuah tren naik. Setelah mengalami kenaikan yang cukup tajam, pasar biasanya membutuhkan fase konsolidasi agar tekanan beli dan tekanan jual kembali seimbang," jelas dia.

Karena itu, Dupoin Futures menilai pelemahan yang terjadi saat ini belum mengubah tren utama menjadi bearish. Koreksi tersebut lebih mencerminkan penyesuaian teknikal yang masih tergolong wajar selama harga mampu bertahan di atas area support penting.

 

Investor Diharapkan Bersabar

Ilustrasi harga emas dunia. Dupoin Futures memproyeksikan harga emas di area US$ 4.082 hingga US$ 4.063 sebagai zona support utama. (Foto By AI)

Dupoin Futures memproyeksikan area US$ 4.082 hingga US$ 4.063 sebagai zona support utama yang patut diperhatikan investor dan trader.

Apabila harga turun ke kisaran tersebut kemudian muncul sinyal rejection atau terbentuk swing low baru, kondisi itu dapat menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali menguasai pasar.

Menurut Dupoin Futures, momentum tersebut dinilai lebih ideal sebagai titik masuk dibandingkan membeli saat harga masih berada di dekat area resistance.

Selain itu, indikator Stochastic juga mulai bergerak turun dari area overbought. Pergerakan ini mengindikasikan momentum beli mulai berkurang setelah sebelumnya berada pada kondisi jenuh beli.

Meski belum menjadi sinyal pembalikan tren utama, perubahan arah indikator tersebut memperbesar peluang terjadinya koreksi jangka pendek.

Selama harga emas belum mampu menembus dan bertahan di atas level US$ 4.148, Dupoin Futures menilai skenario penurunan menuju area support masih menjadi proyeksi yang lebih dominan.

Dari sisi manajemen risiko, investor disarankan tidak terburu-buru mengejar kenaikan harga.

"Menunggu konfirmasi berupa terbentuknya pola bullish di area support dinilai sebagai strategi yang lebih konservatif sekaligus memberikan rasio risiko dan potensi keuntungan yang lebih baik," kata dia.

 

Menanti Kebijakan The Fed

Ilustrasi harga emas. Dupoin Futures memproyeksikan harga emas di area US$ 4.082 hingga US$ 4.063 sebagai zona support utama. (dok: Foto AI)

Selain faktor teknikal, Dupoin Futures menilai pergerakan harga emas masih dipengaruhi sikap wait and see investor global terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pelaku pasar kini menanti berbagai data ekonomi AS, perkembangan suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta pernyataan para pejabat bank sentral yang berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar.

Menurut Dupoin Futures, apabila data ekonomi AS tetap kuat, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Kondisi tersebut dapat menopang penguatan dolar AS sekaligus membatasi kenaikan harga emas.

Sebaliknya, apabila pertumbuhan ekonomi mulai melambat atau inflasi bergerak lebih rendah dari perkiraan, peluang kebijakan moneter yang lebih longgar akan meningkat sehingga berpotensi menjadi sentimen positif bagi emas.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya