Liputan6.com, Jakarta - Jakarta menjadi kota pertama di luar Jepang yang menjadi tuan rumah SEIKO Power Design Project 2026 setelah pameran tersebut sebelumnya digelar di Tokyo. Kehadirannya di Plaza Senayan, Jakarta, pada 20 Juli hingga 1 Agustus 2026 menandai langkah SEIKO memperkenalkan sisi kreatif watchmaking Jepang pada publik internasional.
Power Design Project merupakan concept watch exhibition yang telah memasuki penyelenggaraan ke-13. Pameran ini menghadirkan tujuh concept watches yang mengeksplorasi elemen-elemen kecil dalam pembuatan jam tangan.
Advertisement
Setiap karya mengangkat satu aspek watchmaking, mulai dari Machining Marks, Spherical Surface, Dial Texture, Manual Winding, Bar Indices, Day Indicator, hingga Hands, sebagai inspirasi utama dalam membangun karakter sebuah timepiece.
"Melalui SEIKO Power Design Project 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang memperlihatkan bahwa di balik sebuah jam tangan, terdapat proses berpikir, ketelitian, dan perhatian terhadap detail yang sangat mendalam," kata Director PT Asia Jaya Indah Kevin Lie dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
"Kehadiran exhibition ini di Jakarta menjadi kesempatan bagi publik Indonesia untuk mengenal sisi eksploratif SEIKO, di mana craftsmanship tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tapi juga dari cara setiap elemen desain diberi makna," ia menambahkan.
Pemilihan Jakarta sebagai lokasi perdana di luar Jepang menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap pasar pencinta jam tangan di Indonesia. Pameran tersebut tidak hanya menampilkan produk, tapi juga membuka ruang bagi pengunjung untuk memahami proses kreatif yang melandasi lahirnya sebuah desain.
2 Desainer Jepang
SEIKO turut menghadirkan dua desainer asal Jepang yang terlibat langsung dalam Power Design Project 2026, yakni Design Director of SEIKO Selection Team Naoya Sukeda dan Design Director of Credor Team Miho Wada.
Kehadiran keduanya memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal filosofi desain di balik karya yang dipamerkan, sekaligus memahami bagaimana detail kecil mampu memengaruhi tampilan keseluruhan sebuah jam tangan.
Sukeda memperkenalkan karya bertajuk Machining Marks yang berangkat dari ketertarikannya terhadap bekas pemesinan pada permukaan material. Menurutnya, elemen tersebut selama ini lebih sering dipandang sebagai bagian dari proses produksi dibandingkan sebagai bahasa desain.
"Machining Marks berangkat dari ketertarikan saya terhadap jejak yang muncul pada permukaan material ketika proses pemesinan dilakukan," katanya di kesempatan yang sama.
"Dalam watchmaking, detail seperti ini membutuhkan kontrol presisi karena dapat memengaruhi kualitas dan karakter produk. Melalui karya ini, saya ingin memperlihatkan bahwa jejak teknis dalam proses pembuatan juga dapat menjadi ekspresi desain."
Eksplorasi Pantulan Cahaya
Konsep tersebut menunjukkan bahwa detail yang tampak sederhana dapat menghadirkan identitas visual baru ketika diolah melalui pendekatan desain. Permukaan logam yang menyimpan bekas pengerjaan mesin berubah menjadi elemen estetis yang memperkuat karakter sebuah timepiece tanpa menghilangkan fungsi utamanya.
Sementara itu, Wada menghadirkan konsep Bar Indices yang berfokus pada penanda jam di bagian dial. Ia mengeksplorasi bagaimana komponen berukuran kecil mampu menghasilkan pantulan cahaya yang berbeda-beda sesuai sudut pandang, sehingga menciptakan pengalaman visual yang dinamis bagi pengguna.
"Bar Indices memperlihatkan bahwa keindahan sebuah jam tangan tidak selalu hadir dari elemen yang besar. Penanda jam pada dial dapat menangkap cahaya, menciptakan pantulan metalik, dan menghadirkan ekspresi yang berubah sesuai sudut pandang," tuturnya.
"Melalui detail ini, saya ingin menunjukkan bagaimana craftsmanship dapat terasa lebih hidup ketika diperhatikan dari dekat," ujar Wada.
Power Design Project 2026
Pendekatan yang diangkat kedua desainer memperlihatkan bahwa watchmaking Jepang tidak hanya mengutamakan akurasi mekanis, tapi juga memperlakukan setiap komponen sebagai bagian dari narasi desain. Filosofi tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh concept watches dalam Power Design Project 2026.
Pameran ini juga menawarkan pengalaman berbeda daripada pameran jam tangan pada umumnya. Pengunjung tidak hanya melihat hasil akhir sebuah produk, melainkan diajak memahami proses berpikir para desainer saat memilih tekstur, bentuk, material, serta permainan cahaya yang membentuk identitas setiap karya.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa proses kreatif memiliki peran yang sama pentingnya dengan teknologi dalam menghasilkan sebuah jam tangan. Melalui penyelenggaraan perdana di luar Jepang, SEIKO memperluas ruang dialog mengenai craftsmanship dan desain pada publik yang lebih luas.