Silent Walking Jadi Tren Self-Care Baru, Benarkah Efektif Menenangkan Pikiran?

Silent walking mengajak seseorang hadir sepenuhnya pada momen yang sedang dijalani.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 23 Juli 2026, 15:00 WIB
Silent walking memiliki kemiripan dengan mindful walking atau meditasi berjalan yang diketahui dapat membantu meredakan stres dan mengurangi kecemasan. (Foto/dok: Pexels/Anastasia Shuraeva)

Liputan6.com, Jakarta - Silent walking menjadi salah satu tren wellness yang belakangan banyak diminati. Konsepnya sederhana, yakni berjalan kaki tanpa memakai earphone, mendengarkan musik, podcast, atau sibuk menatap layar ponsel.

Aktivitas yang tampak sepele ini justru dinilai mampu membantu menenangkan pikiran sekaligus memperbaiki suasana hati. Berjalan kaki sendiri sudah lama dikenal sebagai olahraga yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya.

Cukup melangkah keluar rumah selama beberapa menit, tubuh sudah memperoleh manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Namun, sebagian orang kini memilih menikmatinya dalam keheningan agar lebih fokus pada langkah, napas, dan lingkungan sekitar.

Alih-alih mengisi perjalanan dengan playlist favorit atau menggulir media sosial, silent walking mengajak seseorang hadir sepenuhnya pada momen yang sedang dijalani. Suara burung, embusan angin, hingga percakapan di sekitar menjadi bagian dari pengalaman yang sering kali terlewat ketika telinga tertutup headphone.

Selain memberikan efek menenangkan, berjalan tanpa earphone juga dinilai lebih aman. Melansir Nine.com.au, Rabu (22/7/2026), penggunaan headphone saat berjalan dapat mengurangi kewaspadaan terhadap suara klakson mobil, motor, maupun sepeda listrik yang melaju di sekitar.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di jalan yang ramai. Bagi banyak orang, silent walking menjadi cara sederhana untuk beristirahat sejenak dari derasnya notifikasi dan kebisingan sehari-hari.

Momen tersebut memberi ruang untuk menjernihkan pikiran, merenungkan berbagai hal, atau sekadar menikmati ketenangan yang sering sulit ditemukan di tengah rutinitas.

Mendengarkan Sesuatu Memengaruhi Konsentrasi dan Kesadaran

Ilustrasi headphone, mendengarkan lagu. (Photo Copyright by Freepik)

Berjalan kaki tanpa headphone membuat seseorang lebih rileks karena tidak ada distraksi yang mengalihkan perhatian dari lingkungan sekitar. Langkah kaki pun terasa lebih nyaman ketika telinga bebas menangkap suara alam, lalu lintas, maupun aktivitas di sekitar.

Pengalaman ini dinilai membuat jalan kaki lebih menyenangkan sekaligus membantu menjernihkan pikiran dan meredakan rasa cemas. "Menurut saya, salah satu manfaat berjalan kaki berasal dari keterikatan kita dengan lingkungan sekitar," kata dosen psikologi Dr. Nikki-Anne Wilson.

Ia menjelaskan, seseorang lebih mudah mempraktikkan mindfulness ketika memperhatikan tempat yang dilalui, mendengarkan suara di sekitar, dan mengalihkan fokus ke dunia luar tanpa musik atau rangsangan lain.

Silent walking pun semakin ramai diperbincangkan karena banyak orang merasa terlalu sering terpaku pada layar, mulai dari membalas pesan kerja, membuka aplikasi, serta menggulir media sosial tanpa henti.

Menikmati Lingkungan Sekitar

Berjalan kaki sendiri sudah terbukti baik untuk mengurangi stres, apalagi jika dilakukan tanpa distraksi. Silent walking membuat kita lebih fokus pada langkah, pernapasan, dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, pikiran yang tadinya penuh beban bisa lebih tenang. (foto/dok: freepik)

Silent walking mengajak seseorang menikmati hal-hal kecil yang kerap luput dari perhatian, seperti warna bunga, bentuk awan, semilir angin, atau aktivitas di sepanjang jalan. Tanpa headphone, berjalan kaki terasa lebih imersif karena perhatian tidak terbagi oleh musik atau audio lain.

Selain meningkatkan kebugaran tubuh, kebiasaan ini juga memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat setelah seharian terpapar layar gawai.

"Menurut saya, memberi diri kita ruang untuk memproses pikiran adalah suatu keistimewaan di zaman sekarang. Ketika kita berhenti memproses rangsangan eksternal, otak memiliki lebih banyak kesempatan untuk melamun," kata Dr. Wilson.

Menurut dia, melamun bukan sekadar pikiran yang mengembara. Proses tersebut melibatkan bagian otak yang memproses pikiran internal, membantu refleksi diri, serta berpotensi mendukung ketenangan dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Manfaat Silent Walking

Silent walking jadi salah satu tren populer di TikTok yang banyak dicoba oleh generasi muda. Sesuai namanya, silent walking berarti berjalan kaki tanpa distraksi apa pun—tidak sambil mendengarkan musik, podcast, atau mengobrol. (foto/dok: freepik/pvproductions)

Manfaat fisik berjalan kaki tetap bisa dirasakan, baik sambil mendengarkan musik maupun tanpa iringan audio. Rutinitas ini membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran, serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Perbedaan utama silent walking terletak pada manfaatnya bagi pikiran.

Tanpa musik atau notifikasi yang terus bermunculan, sebagian orang merasa lebih mudah berkonsentrasi, merenungkan berbagai hal, dan menikmati suasana sekitar. Kebiasaan ini juga dapat menjadi cara sederhana untuk melatih mindfulness dengan mengalihkan perhatian dari layar ponsel ke lingkungan yang sedang dilalui.

Meski begitu, bukan berarti semua orang harus meninggalkan playlist favorit saat berjalan kaki. Musik yang memotivasi atau podcast yang bermanfaat tetap dapat membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan dan mendorong seseorang berjalan lebih lama.

Silent walking hanyalah alternatif bagi mereka yang ingin sejenak melepaskan diri dari perangkat digital, sekaligus menikmati ketenangan di tengah rutinitas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya