BKN Mulai Program ASN Kembali ke Domisili, Kurangi Beban Hidup

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh meluncurkan program ASN kembali ke domisili agar keluarga bisa berkumpul dan biaya hidup lebih hemat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Juli 2026, 16:15 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: BKN)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai menjalankan program penempatan aparatur sipil negara (ASN) lebih dekat dengan domisili. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu ASN kembali berkumpul dengan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, program tersebut untuk sementara diterapkan di lingkungan BKN. Ke depan, ia berharap langkah ini dapat diikuti oleh kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota sehingga menjadi gerakan nasional.

"BKN berupaya mendekatkan ASN dengan keluarganya, mendekatkan mereka ke domisilinya. Insyaallah, hal itu sudah mulai bisa kita lakukan. Untuk saat ini, program ini baru diterapkan di lingkungan BKN. Mudah-mudahan nantinya bisa menginspirasi kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota sehingga menjadi gerakan nasional," ujar Zudan dikutip dari unggahan Instagram BKN @bkngoidofficial, Rabu (22/7/2026).

Menurut Zudan, kebijakan tersebut lahir sebagai respons atas aspirasi banyak ASN yang ingin lebih dekat dengan keluarga agar dapat menjalankan peran sebagai orang tua secara lebih optimal.

Selain itu, penempatan di domisili juga diharapkan mampu meringankan beban ekonomi pegawai yang selama ini harus tinggal terpisah dari keluarga.

"Program ini kami jalankan sebagai respons atas keresahan para ASN yang ingin menjalankan tanggung jawabnya sebagai ibu maupun ayah dengan memberikan perhatian yang lebih utuh kepada putra-putrinya. Selain itu, mereka juga ingin hidup lebih efisien dan mengurangi pengeluaran, terutama karena harus menanggung biaya dua rumah tangga," jelasnya.

 

Menghemat Biaya

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan.

Zudan menambahkan, apabila suami dan istri dapat kembali tinggal bersama, berbagai pengeluaran seperti tiket perjalanan, biaya dapur, listrik, hingga air dapat ditekan.

"Kalau suami dan istri bisa kembali tinggal bersama, mereka bisa menghemat biaya tiket pesawat, biaya dapur, listrik, hingga air. Saya memahami bahwa ketika kami belum bisa meningkatkan pendapatan ASN, maka akan jauh lebih bijaksana apabila para pimpinan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran mereka. Karena itu, program ini mulai kami eksekusi," kata dia.

Salah seorang ASN yang menjadi penerima kebijakan tersebut mengaku bersyukur karena akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarganya.

"Saya mungkin orang yang paling berbahagia pada hari yang baik ini. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada Bapak Kepala BKN, seluruh pimpinan, dan rekan-rekan di lingkungan BKN."

 

Lebih Dekat dengan Keluarga

Ia mengatakan keputusan tersebut menjadi kabar yang paling membahagiakan bagi dirinya dan keluarga.

"Tidak ada kabar yang lebih membahagiakan daripada kabar hari ini. Kami akhirnya bisa dipindahkan kembali dan bersatu dengan keluarga."

ASN tersebut juga berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pegawai yang memperoleh kesempatan untuk bertugas lebih dekat dengan keluarga.

"Harapan kami, Pak Kepala dan seluruh pimpinan selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga BKN semakin maju. Kami juga berharap pada tahap kedua nanti, rekan-rekan kami yang belum menerima kabar baik pagi ini dapat segera memperoleh kesempatan yang sama dalam waktu yang tidak terlalu lama."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya