Pemegang Saham Satsuma Setujui Likuidasi Aset Bitcoin

Satsuma memegang 668 bitcoin (BTC) senilai Rp 778,98 miliar.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Juli 2026, 17:00 WIB
Ilustrasi bitcoin (Foto: Kanchanara/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham perusahaan perbendaharaan bitcon Satsuma Technology yang berbasis di Inggris telah sepakat menjual bitcoin (BTC). Langkah ini akan mengembalikan modal kepada investor, dan menghapus pencatatan saham dari Bursa Efek London.

Mengutip the block, Rabu, (22/7/2026), lebih dari 90% suara yang diberikan mendukung pengembalian modal, dan pembatalan pencatatan saham, menurut pengajuan pada Senin pekan ini.

Satsuma saat ini memegang 668 BTC senilai US$ 43,5 juta atau Rp 778,98 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.910). Kepemilikan bitcoin oleh Satsuma menjadikannya perusahaan perbendaharaan bitcoin publik terbesar kedua yang berbasis di Inggris setelah The Smarter Web Company, menurut data Bitcoin Treasuries.

Proposal tersebut diajukan atas permintaan pemegang saham Satsuma. Empat dari enam direktur perusahaan menentang proposal tersebut. Hal ini dengan alasan pemegang saham akan lebih diuntungkan dengan mempertahankan Satsuma sebagai perusahaan perbendaharaan bitcoin yang terdaftar, sementara dua lainnya mendukung pengembalian modal.

Perjalanan perusahaan perbendaharaan bitcoin Satsuma berumur pendek. Pemungutan suara ini terjadi kurang dari setahun setelah perusahaan tersebut menunjuk komentator bitcoin Mark Moss sebagai kepala strategi bitcoin dan mengumpulkan £ 163,6 juta atau US$ 218 juta (Rp 3,90 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.910) dalam putaran obligasi konversi. Obligasi ini kelebihan permintaan yang dipimpin oleh ParaFi Capital, dengan dukungan dari Pantera Capital, Digital Currency Group, Kraken, dan lainnya.

 

Saham Satsuma Anjlok

Ilustrasi bitcoin (Foto: Vadim Artyukhin/Unsplash)

Ironisnya, investor menyumbangkan 1.097 BTC sebagai pengganti hampir US$ 97 juta atau Rp 1,7 triliun dalam bentuk tunai selama penggalangan dana tersebut.

Beberapa bulan kemudian pada Desember, ketika bitcoin terus merosot dari harga tertinggi sepanjang masa US$ 126.000 atau Rp 2,25 miliar, Satsuma menjual 579 BTC, kira-kira setengah dari kepemilikannya, seharga £ 40 juta atau Rp 957,63 miliar (asumsi poundsterling terhadap rupiah di kisaran 23.940) untuk membayar kembali pemegang obligasi yang memilih untuk tidak mengkonversi utang mereka menjadi saham.

Pada April, saham Satsuma (LSE: SATS) telah kehilangan lebih dari 99% dari puncaknya pada Juni 2025. Pada saat itu, Pantera dan investor lain mulai mendorong Satsuma untuk melikuidasi sisa bitcoinnya dan mengembalikan modal.

Penghentian kepemilikan Bitcoin oleh Satsuma terjadi ketika pemegang Bitcoin korporat lainnya mempertimbangkan kembali strategi yang diadopsi selama booming Bitcoin tahun lalu.

Empery Digital baru-baru ini menjual 1.400 BTC dengan harga lebih dari US$ 87 juta atau Rp 1,5 triliun untuk membantu membiayai investasi pusat data AI dan melunasi utang.

Sementara itu, TD Cowen pada Senin memangkas target harga untuk The Smarter Web Company, perusahaan perbendaharaan Bitcoin terkemuka di Inggris, sebesar 36%, dengan alasan revisi perkiraan Bitcoin, meskipun tetap mempertahankan peringkat Beli. TSWC saat ini memiliki 2.878 BTC senilai lebih dari US$ 191 juta atau Rp 3,4 triliun.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya