Hasil Seleksi Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz, Siapa Operator Paling 'Sultan' Kuasai Bandwidth?

Komdigi resmi merampungkan lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk jaringan seluler.

oleh IskandarDiterbitkan 22 Juli 2026, 00:09 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid. Credit: Komdigi

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi merampungkan lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk jaringan seluler.

Langkah ini menjadi angin segar bagi percepatan transformasi digital serta peningkatan kualitas konektivitas di seluruh Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memastikan seluruh tahapan seleksi yang dimulai sejak April 2026 tersebut telah berjalan transparan dan akuntabel.

Pengumuman pemenang sempat melewati masa sanggah hingga 14 Juli 2026 tanpa adanya keberatan dari para peserta.

"Semuanya sudah lengkap untuk kami umumkan telah selesainya seluruh tahapan lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz di bulan Juli 2026 ini," ujar Meutya dikutip dari Antara, Selasa (21/7/2026).

 

Hasil Pembagian Spektrum

Seleksi membagi dua pita frekuensi utama: low-band (700 MHz) yang ideal untuk jangkauan sinyal luas hingga ke pelosok, serta mid-band (2,6 GHz) yang optimal untuk kapasitas data dan kecepatan tinggi.

Berikut rincian alokasi bandwidth yang diperoleh para operator seluler:

Pita Frekuensi 700 MHz (Low-Band)

  • PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk: 30 MHz
  • PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel): 20 MHz
  • PT Indosat Tbk: 20 MHz

Pita Frekuensi 2,6 GHz (Mid-Band)

  • PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel): 80 MHz
  • PT Indosat Tbk: 60 MHz
  • PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk: 50 MHz

Dari hasil tersebut, XLSmart memimpin penguasaan di pita 700 MHz. Sementara itu, Telkomsel menguasai alokasi terbesar di pita 2,6 GHz.

 

Dampak Bagi Masyarakat dan Negara

Meutya menegaskan spektrum frekuensi merupakan fondasi utama infrastruktur digital nasional. Rampungnya lelang ini diharapkan tak sekadar mempercepat konektivitas di kota-kota besar, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

"Kami tentu berharap selesainya proses lelang ini dapat mendorong transformasi digital yang lebih cepat, serta memberikan manfaat nyata dan merata yang dirasakan langsung oleh masyarakat," jelas Meutya.

Selain meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses internet, hasil lelang ini membawa dampak signifikan bagi perekonomian negara:

  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Awal: Potensi setoran mencapai Rp6 triliun pada tahap awal.
  • Proyeksi 10 Tahun: Total penerimaan negara diperkirakan menembus Rp 30 triliun dalam jangka panjang.

Seluruh tambahan nilai ekonomi tersebut rencananya akan dialokasikan kembali oleh pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan yang berpihak pada rakyat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya