Liputan6.com, Jakarta - Marc Marquez memenangi MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring bersama Ducati Lenovo. Namun, ia menyebut belum sepenuhnya puas atas hasil itu.
Perasaannya bercampur karena Alex Marquez terjatuh saat berada di posisi kedua. Keterangan ini disampaikan seusai lomba ketika ia tampil di program "After the Flag" di MotoGP.com.
Advertisement
Di kesempatan yang sama, Marquez juga mengulas rekor pribadinya dan strategi balapan yang dijalankannya.
Rekor 10 Kemenangan, Samai Agostini
Kemenangan di Sachsenring itu menambah koleksi Marc Marquez menjadi 10 di kelas MotoGP pada sirkuit yang sama. Raihan tersebut menyamai rekor kemenangan terbanyak di satu sirkuit pada kelas premier yang sebelumnya dipegang Giacomo Agostini lewat penampilan di Imatra sejak 1975. Catatan 10 kemenangan di satu sirkuit itu baru tersamai setelah 51 tahun.
Sepuluh kemenangan di satu sirkuit pada kelas MotoGP adalah sesuatu yang luar biasa,
ujar Marc dalam program "After the Flag" di MotoGP.com.
Walau mencatat momen bersejarah, rekor itu baru bisa diraih sekarang lantaran ia beberapa kali mengalami cedera sejak 2020. Selama bertahun-tahun ia juga belajar mengelola tekanan mental musim ke musim, dengan fokus pada hal-hal yang bisa ia kendalikan: cara membalap, bekerja bersama tim, serta mengatur penggunaan ban sepanjang balapan. Ia memilih tidak memikirkan hal yang bersifat "andaikan".
Alex Marquez Jatuh, Pujian untuk Perjuangan
Marc menyinggung kerja keras sang adik seusai insiden di Katalonia dua bulan sebelumnya. Ia ingin Alex berbagi podium pada hari yang sama.
"Sejujurnya, saya tidak 100 persen bahagia karena saya juga ingin melihat Alex berada di sini, di podium. Saya melihat bagaimana dia bekerja setelah balapan di Montmelo dan itu luar biasa. Saya tidak menduga dia bisa seperti itu."
"Saya tahu dia pekerja keras, tetapi apa yang dia lakukan bahkan melampaui ekspektasi saya. Dia membalap dengan sangat baik."
Di sisi lain, Marquez mengapresiasi seluruh kru yang membangun performa motornya sepanjang akhir pekan di Sachsenring.
"Di sisi garasi kami, semuanya berjalan sangat baik dan kami menemukan cara terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal sepanjang akhir pekan ini."
Strategi Balapan dan Masalah Ban Depan
Marquez juga menguraikan pendekatan saat lomba: ia menekan sejak start, namun cepat membaca batas kemampuan ban depan.
"Saya menekan sejak awal, tetapi kemudian saya melihat ban depan sudah berada di batas. Rasanya agak aneh dan saya tidak tahu apakah ban depan mengalami graining atau apa yang sebenarnya terjadi."
"Kemudian saya sedikit memperlambat laju dan saat itulah rombongan kembali mendekat. Setelah saya memahami kondisi ban depan, saya kembali menyerang."
Pada fase akhir, ia menegaskan serangan kedua menjadi pembeda karena membuat jarak yang sulit dikejar.
"Saat serangan kedua itulah saya mulai menciptakan selisih. Setelah unggul sekitar satu setengah hingga dua detik di sirkuit ini, saya tahu akan sangat sulit bagi pembalap lain untuk mengejar," ungkapnya.