Analisis Peluang Pep Guardiola Latih Timnas Italia

Pep Guardiola masih mempertimbangkan tawaran melatih Timnas Italia, walau peluangnya sangat kecil

oleh Asad ArifinDiterbitkan 21 Juli 2026, 18:47 WIB
Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pep Guardiola menjadi sosok yang paling dibicarakan dalam bursa pelatih tim nasional setelah muncul kabar dirinya mendapat tawaran untuk menangani Timnas Italia. Proposal tersebut datang langsung dari direktur teknik baru FIGC, Paolo Maldini, yang didampingi penasihatnya, Leonardo.

Sejumlah media terkemuka Italia, seperti Sky Sport Italia, La Repubblica, Corriere della Sera, Corriere dello Sport, hingga La Gazzetta dello Sport, mengonfirmasi bahwa Maldini dan Leonardo telah menemui Guardiola di Barcelona pada akhir pekan. Dalam pertemuan itu, mereka menawarkan proyek jangka panjang untuk membangun kembali kejayaan Azzurri.

Hingga kini, Guardiola belum memberikan jawaban final. Pelatih Manchester City itu memilih meluangkan waktu untuk mempelajari proposal yang diajukan sebelum menentukan langkah berikutnya dalam karier kepelatihannya.

Meski berbagai laporan menyebut peluang Guardiola menerima tawaran tersebut masih tergolong kecil, pintu belum sepenuhnya tertutup. Ada sejumlah faktor yang membuat mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu belum buru-buru menolak pendekatan dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).


Faktor Keluarga dan Keinginan Beristirahat Jadi Pertimbangan Utama

Guardiola memainkan laga terakhirnya dengan The Cityzens dengan menjamu Aston Villa di Liga Inggris 2025/2026 pada Minggu (25/05/2026) waktu setempat. (AP Photo/Alastair Grant)

Alasan terbesar yang membuat Guardiola belum mengiyakan tawaran Italia adalah kondisi pribadinya. Beberapa hari lalu, pelatih asal Spanyol itu mengakui ingin beristirahat setelah menjalani lebih dari satu dekade penuh tekanan bersama Manchester City.

Keinginan menikmati waktu bersama keluarga menjadi prioritas Guardiola saat ini. Ia juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan ayahnya yang kini telah berusia 95 tahun, sehingga belum memiliki keinginan untuk langsung kembali menjalani pekerjaan dengan tekanan tinggi.

Faktor finansial memang disebut menjadi salah satu kendala. Namun, mayoritas media Italia menilai uang bukan hambatan utama dalam proses negosiasi antara Guardiola dan FIGC.

Menurut laporan La Repubblica, Guardiola bahkan memilih menunda keputusan agar bisa mengevaluasi seluruh isi proposal secara menyeluruh. Ia dikabarkan berpeluang menyampaikan jawaban final dalam waktu dekat setelah mempertimbangkan seluruh aspek yang berkaitan dengan proyek tersebut.


Proyek Besar Italia dan Hubungan dengan Maldini Bisa Mengubah Keputusan

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, berpose dengan trofi di lapangan setelah pertandingan final Piala FA Inggris antara Chelsea melawan Manchester City di Stadion Wembley, London, pada 16 Mei 2026. City memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. Gelar FA Cup ketiga pada era kepelatihan Guardiola tersebut mengakhiri rentetan dua kekalahan beruntun City di partai final. (Adrian Dennis / AFP)

Di sisi lain, tawaran Italia memiliki daya tarik yang sulit diabaikan. FIGC tidak hanya meminta Guardiola menangani tim senior, tetapi juga memimpin transformasi budaya sepak bola Italia dari level pembinaan hingga identitas permainan nasional.

Tuttosport menyebut proyek tersebut memiliki skala yang mirip dengan revolusi yang pernah dilakukan Johan Cruyff terhadap Barcelona dan sepak bola Spanyol. Kesempatan membangun warisan jangka panjang seperti itu menjadi salah satu alasan Guardiola belum menutup pintu negosiasi.

Hubungan personal Guardiola dengan Paolo Maldini juga menjadi faktor penting. Keduanya diketahui memiliki hubungan yang sangat baik sejak lama, bahkan Guardiola pernah mendedikasikan gelar Liga Champions pertamanya sebagai pelatih Barcelona pada 2009 kepada legenda AC Milan tersebut.

Meski Corriere della Sera menilai upaya Maldini membujuk Guardiola sebagai misi yang "hampir mustahil", harapan FIGC belum padam. Jika Guardiola akhirnya menolak, FIGC telah menyiapkan sejumlah alternatif, seperti Andrea Pirlo, Roberto Mancini, dan Antonio Conte.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya