Liputan6.com, Jakarta - Babak final Genera Z Berbakti 2026, program call for proposal yang diinisiasi Bakti BCA untuk mahasiswa, resmi berakhir. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi kreatif yang dapat diterapkan langsung di desa wisata binaan Bakti BCA.
Tak hanya menguji kualitas ide, para finalis juga ditantang menunjukkan kemampuan presentasi, berpikir kritis, hingga kesiapan menghadapi kondisi nyata saat menjalankan program di lapangan. Sejumlah tokoh yang menjadi panelis pun membagikan berbagai masukan agar para peserta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Advertisement
Salah satu panelis, Cinta Laura Kiehl, menekankan bahwa keberhasilan sebuah presentasi tidak hanya ditentukan oleh ide yang bagus, tetapi juga kemampuan seluruh anggota tim memahami materi dan menyampaikannya dengan percaya diri.
Cinta Laura: Semua Anggota Tim Harus Paham Materi
Sebagai entertainer sekaligus sociopreneur, Cinta Laura mengingatkan bahwa setiap anggota kelompok harus menguasai materi presentasi, bukan hanya mengandalkan satu orang.
"Setiap mahasiswa dalam sebuah kelompok harus memiliki pemahaman yang sama tentang materi yang mereka bawakan ke panggung. Akan sangat disayangkan jika saat diberi pertanyaan, mereka justru tidak memahami presentasi mereka sendiri karena terlalu bergantung pada anggota tim lainnya. Mereka juga harus mampu menyederhanakan ide yang rumit agar mudah dipahami. Presentasi terbaik adalah ketika semua orang di ruangan bisa mengerti, apa pun latar belakang mereka," ujar Cinta Laura.
Pesan tersebut terlihat pada penampilan dua tim yang bertanding di babak final terakhir, yakni Universitas Indonesia (UI) dan BINUS University. Keduanya bersaing memperebutkan kesempatan menjalankan program di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon, dengan menawarkan pendekatan berbeda untuk mengembangkan potensi desa, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi lokal, hingga pelestarian budaya.
Meski tampil percaya diri, rasa gugup tetap dirasakan para peserta. Ria dari Tim Aksara BINUS University mengaku sempat terkejut melihat kualitas presentasi lawan mereka.
"Saya cukup kaget karena presentasi yang dibawakan tim UI ternyata sangat bagus, termasuk kemampuan public speaking mereka. Itu membuat kami cukup deg degan. Tapi kami tidak terlalu grogi atau takut, kami tetap berusaha santai," kata Ria.