Liputan6.com, London - Seorang penyanyi dengan penghargaan Grammy, Amy Winehouse, ditemukan tewas dalam apartemennya di London pada 23 Juli 2011.
Dikutip dari History.com, Kamis (23/7/2026) saat ditemukan, ia berumur 27 tahun. Meskipun pada awalnya tidak ditemukan alasan kematiannya, kemudian dipastikan Winehouse meninggal karena keracunan alkohol.
Advertisement
Semasa hidupnya, Winehouse dikenal dengan penyanyi yang memiliki rambut bersanggul tinggi, riasan mata seperti Cleopatra, dan suaranya yang indah. Dalam karier keartisannya, ia berhasil memenangkan lima penghargaan Grammy, menjual jutaan rekaman, dan dianggap sebagai pionir tren retro-R&B di Inggris.
Meskipun sepak terjangnya gemilang, hidupnya penuh dengan penyalahgunaan narkoba dan perilaku tidak menentu yang membuatnya sering menjadi sorotan media.
Penyanyi asal Inggris ini lahir di tanggal 14 September 1983 di Southage, London. Ayahnya yang bernama Mitch merupakan seorang supir taksi dan ibunya, Janis adalah seorang apoteker. Namun, kedua orang tuanya bercerai saat ia berusia sembilan tahun.
Ia terkenal berbakat karena sudah mulai beradu akting dan bernyanyi sejak dirinya kecil. Kemudian, ia pun bersekolah di Slyvia Young Theatre School di London dan BRIT School for Performing Arts and Technology. Di umurnya yang ke-16, ia sudah tampil bernyanyi bersama National Jazz Youth Orchestra.
Pada tahun 2002, ia menandatangani kontrak dengan perusahaan manajemen milik Simon Fuller, 19 Entertainment. Ini menjadi awal mula karier profesionalnya sebagai penyanyi. Frank, album pertamanya disambut hangat oleh para kritikus.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Winehouse menyimpan masalahnya sendiri. Media menayangkan foto-foto Winehouse yang mengalami penurunan berat badan drastis dan juga mengomentari hubungan romantisnya yang penuh gejolak.
Masalah-masalah yang dihadapi juga ia curahkan dalam album keduanya yang berjudul Back to Black. Karyanya tersebut memenangkan lima penghargaan Grammy, dua di antaranya untuk lagunya yang berjudul “Rehab,” lagu tentang dirinya yang menolak rehabilitasi narkoba dan alkohol. Namun, ia tidak bisa terbang ke AS untuk menerima penghargaanya secara langsung akibat masalah hukum yang dimilikinya.
Walaupun begitu, Winehouse tetap berusaha untuk mengobati masalah narkoba dan alkohol yang dimilikinya berulang kali, walau tidak berhasil.
Di tahun 2011, ia harus membatalkan tur Eropanya setelah tampil di Beograd, Serbia, karena ia tersandung-sandung di atas panggung dan lupa lirik lagu-lagunya. Kejadian tersebut menjadi penampilan publik terakhirnya.
Sebuah lagu yang Winehouse rekam bersama Tony Bennett dengan judul “Body and Soul” dirilis setelah kematiannya pada tahun yang sama dan berhasil meraih penghargaan Grammy. Kemudian, Lioness: Hidden Treasures, yang merupakan kompilasi lagu yang belum dirilis sebelumnya, menyusul satu tahun kemudian.