Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Bungkam saat Tiba di KPK

Bupati Lombok Barat tiba di KPK usai terjaring OTT dan langsung menjalani pemeriksaan.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 20 Juli 2026, 22:27 WIB
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di Gedung Merah Putih KPK. (Liputan6.com/Dimas)

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini telah tiba di Jakarta setelah terseret dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (20/7) malam.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Lalu Ahmad Zaini tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 21.58 WIB. Ia tiba dengan mengenakan kemeja biru, dipadukan dengan jaket krem dengan topi.

Tak ada sepatah kata yang terucap dari mulut Lalu Ahmad Zaini. Ia langsung masuk ke dalam Gedung Merah Putih dengan didampingi oleh tim KPK.

Lalu Ahmad Zaini juga langsung digiring naik menuju Lantai 2, Gedung Merah Putih KPK, yang merupakan area ruang pemeriksaan.

Diketahui Lalu Ahmad Zaini adalah satu dari 19 orang yang diamankan oleh KPK dalam OTT di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Senin (20/7) pagi. Dia termasuk dalam tujuh orang yang diboyong ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan Lalu Ahmad Zaini tertangkap tangan diduga terkait penerimaan proyek-proyek di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Namun Budi tak menjelaskan secara detail perkara tersebut.

"Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK di Gedung Merah Putih, Senin (20/7) siang.

"Untuk pihak-pihak yang diamankan ada dari pihak Pemkab Lombok Barat dan juga ada beberapa dari pihak swasta. Tentu yang dibawa di Jakarta yang memang sesuai kebutuhan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Budi.

 

Amankan Barang Bukti

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di Gedung Merah Putih KPK. (Liputan6.com/Dimas)

Selain mengamankan 19 orang, KPK dalam OTT tersebut juga berhasil menyita sejumlah barang bukti penting. Budi menyebut nilainya diduga sebanyak ratusan juta rupiah.

"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan juga beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini," kata Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK di Gedung Merah Putih, Senin (20/7) sore WIB.

"Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah dan juga beberapa dokumen terkait lainnya tentu ini juga masih akan terus didalami dalam pemeriksaan awal ini," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya