Sopan tapi Menohok, Cerita Prabowo Lobi Bos Inpex soal Blok Masela

Cerita Prabowo lobi Inpex dengan sopan tapi menohok. Ancam alokasikan Blok Masela jika Jepang tak kunjung jalan

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 20 Juli 2026, 19:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto pidato sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Tangkapan layar video sekretariat kabinet).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membagikan kisahnya saat melobi petinggi Inpex Corporation, perusahaan asal Jepang yang memegang proyek gas jumbo Blok Abadi Masela. Dia pun tak segan mengultimatum jika ada proyek yang tidak jalan, padahal sudah mengantongi izin.

Prabowo mengungkapkan, proses melobi bos Inpex tersebut dilakukan dengan sopan. Poinnya, dia meminta pihak Jepang untuk memulai proyek gas jumbo di Timur Indonesia tersebut.

"Proyek Abadi Masela, 28 tahun mangkrak. Saya berangkat ke Tokyo, saya ketemu pimpinan perusahaan-perusahaan Jepang itu, Inpex ya, Inpex. Saya sampaikan dengan baik dan sopan, 'Saudara masih berminat nggak? Kalau saudara tidak berminat, saya akan alokasi, saya akan tunjuk perusahaan lain,' sopan tapi tegas," ungkap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dia mengatakan, tak mungkin memberikan ultimatum kepada mitra proyek tersebut. Dia memperhalusnya dengan menyebut sebuah imbauan.

"Ya sebagai bangsa Indonesia yang ramah, nggak mungkin kita kasih ultimatum kan? Bukan ultimatum itu, imbauan. Benar itu, 'Yang Mulia, apakah Jepang masih berminat? Masalahnya bangsa Indonesia sangat butuh energi, sangat butuh devisa'," tutur dia.

Ancam Cabut Izin

Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Indonesia. (Dok SKK Migas)

Namun, setelah kembali ke Tanah Air, Prabowo memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia untuk mencabut izin proyek yang tidak jalan, padahal sudah mengantongi izin.

"Habis itu pulang-pulang ya, kalau Menteri ESDM boleh saya tekan-tekan ya enggak apa-apa lah ya. Saya bilang, 'Menteri ESDM, enam bulan tidak ada kegiatan, cabut!'," tegasnya.

Dia juga kemudian meminta proyek dengan hak guna usaha (HGU), serta hak guna bangunan (HGB) untuk ikut dicabut jika tidak bergerak dalam dua tahun. "Sekarang kita tidak toleransi HGU, HGB, IUP, izin kita beri, dua tahun tidak ada kegiatan, cabut!," imbuh Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya