Liputan6.com, Caracas - Jumlah korban tewas akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela pada Juni lalu terus bertambah. Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez menyebut sedikitnya 5.208 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Rodriguez mengungkapkan melalui unggahan di platform media sosial X bahwa sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka akibat guncangan kuat yang melanda negara tersebut.
Advertisement
Pemerintah Venezuela telah memberikan bantuan kepada 128.324 keluarga terdampak serta mendirikan 107 kamp sementara yang kini menampung 23.820 warga. Selain itu, tercatat sebanyak 1.388 gempa susulan terjadi setelah dua gempa utama.
Selain menangani dampak kemanusiaan, pemerintah Venezuela juga mulai menjalankan rencana pemulihan lingkungan di wilayah pesisir La Guaira, salah satu daerah yang paling parah terdampak gempa.
Kementerian Lingkungan Venezuela menyatakan akan menanam kembali spesies tumbuhan asli untuk membantu memulihkan keseimbangan ekologi kawasan pesisir dan memperbaiki ekosistem setempat.
Dampak Gempa
Menteri Kekuatan Rakyat untuk Ekososialisme Nelson Rodriguez mengatakan, dua gempa tersebut menghasilkan sekitar 2,1 juta ton puing di wilayah terdampak.
Menurut Rodriguez, perkiraan jumlah puing tersebut diperoleh melalui studi pemodelan yang dilakukan bersama oleh pemerintah Venezuela dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu mengguncang Venezuela pada 24 Juni, menyebabkan kerusakan besar dan memicu upaya penanganan darurat serta pemulihan di berbagai wilayah terdampak.