Asabri Cetak Pertumbuhan Aset 12,23% di Akhir 2025

Tumbuh 12,23%, aset Asabri tembus Rp 55,97 triliun di akhir 2025 diiringi lonjakan signifikan pada rasio solvabilitas perusahaan.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 19 Juli 2026, 20:38 WIB
PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau disingkat PT Asabri (Persero). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Asabri (Persero) mencatat aset perusahaan sebesar Rp 55,97 triliun hingga akhir 2025. Aset ini tumbuh sebesar 12,23% dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan pengelolaan dana peserta yang dilakukan secara profesional, terukur, dan berlandaskan prinsip kehati-hatian.

Direktur Utama PT Asabri (Persero), Jeffry Haryadi P. Manullang, mengatakan fundamental perusahaan yang semakin kuat menjadi modal penting bagi Asabri untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memastikan keberlangsungan pengelolaan program bagi seluruh peserta.

Selanjutnya, rasio solvabilitas meningkat signifikan dari 124,48% pada tahun 2024 menjadi 321,12% pada tahun 2025. Peningkatan tersebut dipengaruhi karena adanya pertumbuhan aset Perusahaan yang terus meningkat.

"Perusahaan senantiasa menjaga cashflow untuk mendukung pemenuhan kewajiban Asabri kepada Peserta serta keberlangsungan operasional perusahaan," ucap Jeffry dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Minggu (19/7/2026).

Kinerja keuangan yang sehat tercermin tidak hanya dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari kemampuan Asabri memenuhi kewajibannya kepada peserta secara tepat melalui prinsip 5T, yaitu Tepat Waktu, Tepat Orang, Tepat Jumlah, Tepat Alamat, dan Tertib Administrasi. 

Sepanjang tahun 2025, seluruh pembayaran manfaat serta penyelesaian pengajuan klaim Asabri telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan rincian sebagai berikut:

1. Program Tabungan Hari Tua (THT) diberikan kepada lebih dari 55 ribu penerima manfaat dengan total pembayaran mencapai lebih dari Rp 1,51 triliun sebagai bekal peserta memasuki masa purna tugas dan klaim biaya pemakaman.

2. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) disalurkan kepada sekitar 4.500 penerima manfaat dengan total pembayaran lebih dari Rp 99,6 miliar, sebagai bentuk perlindungan bagi peserta yang mengalami risiko selama menjalankan tugas.

3. Program Jaminan Kematian (JKM) diberikan kepada lebih dari 8.400 ahli waris dengan total pembayaran lebih dari Rp 167,8 miliar, yang mencakup santunan kematian, uang duka wafat, serta bantuan beasiswa bagi putra-putri peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Program Pensiun dibayarkan kepada lebih dari 500 ribu penerima manfaat dengan total nilai pembayaran mencapai lebih dari Rp 20,46 triliun, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian peserta kepada bangsa dan negara sekaligus memberikan kepastian penghasilan pada masa purna tugas.

Membangun Kepercayaan Melalui Tata Kelola

PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau disingkat PT ASABRI (Persero). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Komitmen terhadap penguatan tata kelola perusahaan tersebut memperoleh pengakuan melalui hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Untuk periode 6 Mei 2026 hingga 1 Mei 2027, PEFINDO menetapkan Stand Alone Rating (SAR): idBBB+(sa), dan Final Rating: idA+/Stable.

Peringkat tersebut mencerminkan kapasitas Asabri yang kuat dalam menjalankan kewajiban serta didukung oleh kinerja perusahaan yang sehat, tata kelola yang baik, dan dukungan yang kuat dari pemegang saham dan Pemerintah selaku pemilik program kepada ASABRI sebagai Badan Usaha Milik Negara yang menjalankan amanah negara dalam penyelenggaraan asuransi sosial.

Bagi Asabri, hasil pemeringkatan tersebut bukan sekadar capaian institusional, melainkan menjadi refleksi bahwa transformasi perusahaan berjalan pada arah yang tepat dan memberikan keyakinan bagi seluruh pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan perusahaan guna memberikan layanan prima bagi seluruh Peserta Asabri.

 

Tata Kelola sebagai Fondasi Pelayanan

Penguatan tata kelola juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan kepada peserta. Dengan sistem yang semakin transparan, pengelolaan risiko yang semakin terukur, serta tata kelola yang semakin akuntabel, Asabri mampu menghadirkan proses bisnis yang lebih efektif, responsif, dan terpercaya.

Hal tersebut turut memperkuat implementasi misi perusahaan dalam memberikan layanan prima melalui pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan yang optimal, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Berbagai inovasi yang dikembangkan perusahaan turut mendorong peningkatan kepuasan pelanggan dari tahun ke tahun. Hasil Survei Kepuasan Pelanggan Tahun 2025 menunjukkan Customer Satisfaction Index (CSI) Asabri mencapai 96,03 dengan kategori Sangat Memuaskan, melanjutkan tren positif pada dua tahun sebelumnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Customer Dissatisfaction Index (CDI) pada tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dengan skor 0,12, dibandingkan tahun 2024 yang mencatat skor sebesar 3,99. Penurunan tingkat ketidakpuasan ini menunjukkan efektivitas perbaikan layanan yang dilakukan Perusahaan, sekaligus menjadi indikator meningkatnya kepercayaan peserta terhadap sistem, proses, dan interaksi layanan ASABRI yang semakin membaik.

Jeffry menyampaikan bahwa tata kelola perusahaan yang baik merupakan fondasi utama dalam menjaga amanah sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap perusahaan.

"Capaian kinerja tahun 2025 menjadi motivasi bagi Asabri untuk terus memperkuat tata kelola, menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, serta menghadirkan layanan prima yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas, sehingga terus berorientasi pada kesejahteraan peserta. Hasil pemeringkatan dari Pefindo dan Hasil Customer Satisfication Index juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kualitas tata kelola serta menghadirkan layanan yang semakin profesional, adaptif, dan terpercaya," tutup Jeffry.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya