Bukayo Saka dan Pertanyaan yang Akan Terus Menghantui Inggris

Bukayo Saka menutup Piala Dunia 2026 dengan hattrick, tetapi keputusan Inggris mencadangkannya di semifinal tetap memunculkan tanda tanya.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 19 Juli 2026, 20:09 WIB
Selebrasi Bukayo Saka saat Inggris mengalahkan Prancis di perebutan juara 3 Piala Dunia 2026 (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bukayo Saka meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan satu penampilan yang sulit dilupakan. Hattrick ke gawang Prancis pada perebutan tempat ketiga justru memperbesar pertanyaan mengenai keputusan Inggris yang tidak memberinya peran lebih besar saat menghadapi Argentina di semifinal.

Bagi banyak pemain, laga perebutan peringkat ketiga sering dianggap sekadar formalitas. Namun, Saka tampil penuh motivasi dan menjadi aktor utama dalam kemenangan 6-4 atas Prancis.

Performa tersebut menghidupkan kembali perdebatan yang sudah muncul beberapa hari sebelumnya. Mengapa pemain yang sedang berada dalam performa terbaik justru tidak tampil ketika Inggris menjalani pertandingan paling penting di turnamen?


Kesempatan yang Datang Terlambat buat Saka

Selebrasi Bukayo Saka saat Inggris mengalahkan Prancis di perebutan juara 3 Piala Dunia 2026 (AFP)

Perjalanan Saka sepanjang turnamen tidak berjalan mulus. Masalah pada tendon Achilles yang dialaminya menjelang akhir musim bersama Arsenal membuat Thomas Tuchel berhati-hati dalam mengatur menit bermain sang winger.

Saka baru menjadi starter pada pertandingan terakhir fase grup dan kembali memperlihatkan kualitasnya dengan mencatat assist. Meski demikian, ia kembali memulai laga dari bangku cadangan pada fase gugur sebelum memperoleh kesempatan lain saat menghadapi Meksiko.

Ketika Inggris berjumpa Argentina di semifinal, namanya bahkan tidak masuk dalam rencana pergantian pemain. Keputusan itu menjadi salah satu bahan perbincangan terbesar setelah Inggris gagal melangkah ke final.


Tuchel Memilih Berhati-hati

Pelatih Inggris Thomas Tuchel berbicara dengan pemain Inggris Jude Bellingham dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Thomas Tuchel mengakui keputusan tersebut bukan perkara mudah. Pelatih asal Jerman itu merasa masih memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisi pemain yang baru pulih dari cedera.

"Saya merasa, setelah pertandingan melawan Norwegia, Morgan Rogers memiliki sesuatu yang spesial melalui kekuatan fisiknya untuk pertandingan melawan Argentina. Itu keputusan yang sulit bagi saya untuk meninggalkan Bukayo Saka di semifinal," kata Tuchel.

Ia juga menjelaskan alasannya tidak semata-mata berkaitan dengan kualitas Saka. "Dia sudah siap bermain di Piala Dunia. Namun, saya merasa masih memiliki tanggung jawab sebagai pelatih, mengingat riwayat yang dialaminya, untuk bersabar bersama Bukayo."


Saka Menjawab di Lapangan

Pemain Inggris Bukayo Saka mencetak gol ketiga mereka melewati pemain Prancis Theo Hernandez , kiper Mike Maignan, dan Desire Doue selama pertandingan sepak bola perebutan tempat ketiga Piala Dunia antara Prancis dan Inggris di Miami Gardens, Florida, Sabtu, 18 Juli 2026. (AP Photo/Marta Lavandier)

Saka tidak memilih memperpanjang perdebatan mengenai keputusan tersebut. Ia lebih memilih membiarkan penampilannya menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan yang muncul.

"Tentu saya ingin bermain lebih banyak. Namun, sekarang bukan waktunya membahas hal itu. Saya lebih suka berbicara lewat permainan saya di lapangan. Semuanya sudah selesai. Saatnya melangkah ke depan," ujar Saka.

Setelah pertandingan usai, Saka juga memberikan penegasan singkat mengenai kondisi fisiknya. "Saya bugar. Saya bugar."

Tiga gol ke gawang Prancis memang tidak mampu mengubah kenyataan bahwa Inggris gagal mencapai final. Akan tetapi, penampilan Bukayo Saka memastikan satu pertanyaan akan terus mengikuti perjalanan The Three Lions, yaitu apakah hasil semifinal akan berbeda apabila salah satu pemain terbaik mereka mendapat kesempatan lebih awal.

Sumber: Sports Illustrated

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya