Modus 3 Sekuriti di Pangkep Curi 2 Km Kabel Perusahaan

Tiga sekuriti diduga mencuri kabel tembaga perusahaan, kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

oleh FauzanDiterbitkan 19 Juli 2026, 20:11 WIB
Ilustrasi Penangkapan Pelaku Pencurian. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Tiga petugas keamanan atau security PT Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ditangkap aparat Polsek Bungoro setelah diduga mencuri kabel tembaga milik perusahaan secara berulang.

Dengan memanfaatkan akses sebagai petugas keamanan, ketiganya telah beraksi sebanyak 16 kali sejak 2025 hingga menyebabkan kerugian perusahaan ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial MT (39), SM (34), dan SR (46). Mereka diamankan di rumahnya masing-masing setelah pihak PT Semen Tonasa melaporkan hilangnya kabel tembaga sepanjang sekitar 2.000 meter dari area perusahaan.

Kapolsek Bungoro, Kompol Ridwan Saenong, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan manajemen perusahaan terkait hilangnya aset berupa kabel tembaga yang terjadi berulang kali. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengarah kepada tiga orang yang ternyata merupakan petugas keamanan perusahaan sendiri.

"Karena ketiganya bekerja di perusahaan plat merah ini, mereka bebas melakukan aksinya, dan sudah dilakukan sejak 2025 sebelum mereka ditangkap di rumahnya masing-masing," kata Ridwan, Minggu (19/7/2026).

Hasil penyelidikan mengungkap modus yang digunakan para pelaku untuk mencuri kabel tembaga milik perusahaan. Ketiganya memanfaatkan jadwal dinas malam dan beraksi sekitar pukul 02.00 Wita saat situasi di kawasan pabrik mulai sepi. Dengan menggunakan gergaji besi, mereka memotong kabel tembaga lalu membawanya keluar area perusahaan secara bertahap menggunakan sepeda motor agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Sebagai petugas keamanan, ketiganya mengetahui titik penyimpanan kabel serta kondisi pengawasan di lingkungan perusahaan. Modus tersebut membuat aksi mereka nyaris tak terdeteksi selama berbulan-bulan.

 

Dijual ke Pengepul

Barang bukti pencurian kabel di perusahaan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. Istimewa)

Setelah berhasil dikeluarkan dari kawasan pabrik, kabel tembaga dijual kepada pengepul besi di wilayah Minasatene, Kabupaten Pangkep. Kabel industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi itu dilepas dengan harga jauh di bawah nilai sebenarnya.

"Kemudian mereka menjual murah kepada pembeli besi di wilayah Minasatene Pangkep. Dari hasil penjualannya yang mencapai Rp 90 juta, mereka gunakan untuk bermain judi online," ujar Ridwan.

Dari seluruh aksi pencurian yang dilakukan, para pelaku memperoleh uang sekitar Rp 90 juta. Polisi menduga sebagian besar hasil kejahatan tersebut habis digunakan untuk bermain judi online, sementara sisanya dipakai memenuhi kebutuhan pribadi.

Penyidik mencatat komplotan ini telah melakukan pencurian sebanyak 16 kali sepanjang 2025 hingga 2026. Meski hasil penjualan yang diterima pelaku hanya puluhan juta rupiah, nilai kerugian yang dialami PT Semen Tonasa diperkirakan mencapai Rp 1 miliar karena harga kabel tembaga industri jauh lebih tinggi dibanding harga jual ke pengepul.

 

Hasil Pengungkapan

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita dua unit sepeda motor yang digunakan para pelaku untuk mengangkut kabel curian. Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Saat ini, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Bungoro. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk penadah yang membeli kabel tembaga hasil curian, serta menelusuri apakah masih ada aset perusahaan yang dicuri namun belum terungkap.

"Sementara kami masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ketiga pelaku. Kasus ini masih terus kami kembangkan, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam penjualan barang hasil curian tersebut," tutup Ridwan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya