Bekuk Prancis, Thomas Tuchel Sanjung Mental Baja Timnas Inggris

Thomas Tuchel percaya Timnas Inggris menunjukkan mentalitas yang luar biasa sehingga bisa mengalahkan Timnas Prancis dengan skor 4-6.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 19 Juli 2026, 08:00 WIB
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, berdiri di pinggir lapangan sebelum pertandingan melawan Ghana Piala Dunia 2026 di Foxborough, Massachusetts, dekat Boston, Rabu (24/6/2026). (AP Photo/Petr David Josek)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan pujian tinggi para pemainnya setelah mereka mengalahkan Prancis dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Ia menilai timnya menunjukkan mental yang luar biasa sehingga mereka bisa memenangkan laga itu.

Pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 ini memang berjalan sengit. Di babak pertama, Inggris berhasil unggul 0-4 atas Prancis sehingga banyak yang menilai laga ini akan berakhir untuk kemenangan besar Inggris.

Namun di babak kedua, Prancis sempat memperkecil kedudukan menjadi 3-4. Kedua tim tampil ngotot untuk menyerang, sehingga laga sengit ini berakhir dengan skor 4-6 untuk kemenangan The Three Lions.

Tuchel sendiri lega timnya bisa memenangkan drama 10 gol tersebut. "Kami menjalani babak pertama yang luar biasa, kemudian babak kedua berjalan penuh gejolak," buka Tuchel di BBC One.

Simak komentar lengkap sang pelatih di bawah ini.


Situasi Inggris Tidak Ideal

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada Nico O'Reilly (kiri) dan Dan Burn sebelum keduanya masuk sebagai pemain pengganti pada laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Atlanta Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Tuchel mengakui dirinya sempat mengkhawatirkan kondisi fisik para pemain Inggris. Mereka hanya memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan Prancis setelah semifinal.

"Anda bisa melihat perbedaan yang dihasilkan oleh satu hari tambahan dan perbedaan jadwal. Kami sangat, sangat lelah dan terkuras setelah melalui beberapa pekan terakhir," sambung Tuchel.

"Saya mengkhawatirkan tuntutan fisik pertandingan ini. Kami tahu kualitas dan kecepatan Prancis, sementara mereka memiliki jadwal yang jauh lebih menguntungkan."

"Mereka memiliki satu hari tambahan di antara semifinal dan pertandingan ini untuk memulihkan diri. Mereka juga menempuh jarak perjalanan yang jauh lebih sedikit dibandingkan kami."


Mentalitas Inggris Dipuji

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada Jude Bellingham (#10) saat jeda minum (hydration break) dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Rabu (1/6/2026). (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Meski demikian, Tuchel mengaku tidak pernah meragukan mentalitas skuadnya. Ia menilai para pemain mampu melewati berbagai kesulitan untuk mengamankan kemenangan.

"Kami bermain dalam kondisi panas dan di tempat dengan ketinggian. Saya mengkhawatirkan kondisi fisik kami. Anda bisa melihatnya pada babak kedua, dengan kram dan rasa lelah yang dialami para pemain, sambung Tuchel."

"Namun, saya tidak pernah mengkhawatirkan mentalitas mereka. Saya sudah mengatakannya sebelumnya, tim ini telah menciptakan sesuatu yang sangat spesial dan mereka kembali menunjukkannya," pungkas Tuchel.

Sumber: BBC One

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya