Liputan6.com, Jakarta - Aymeric Laporte tinggal selangkah lagi mengukir sejarah di Piala Dunia 2026. Bek berusia 32 tahun itu berpeluang melengkapi koleksi gelarnya bersama Timnas Spanyol jika La Roja menaklukkan Argentina pada final di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Sepanjang turnamen, Laporte menjadi pilar di jantung pertahanan. Berduet dengan bek muda Pau Cubarsi, pemain Athletic Bilbao tersebut selalu dipercaya sebagai starter dan berkontribusi membawa Spanyol hanya kebobolan satu gol hingga mencapai partai puncak.
Advertisement
Kisahnya kian menarik karena berkelindan dengan Prancis, negara tempat ia lahir dan memulai perjalanan internasional di level usia sebelum akhirnya memilih membela Spanyol di tim senior.
Akar Prancis dan Pintu Tim Senior yang Tertutup
Laporte lahir di Agen, wilayah Basque, Prancis, pada 27 Mei 1994. Ia tumbuh dalam sistem sepak bola Prancis dan menapaki seluruh jenjang kelompok usia di level internasional.
Pada periode tersebut, Laporte tercatat memperkuat Prancis dari U-17 sampai U-21 dengan total 51 penampilan. Namun, jalur menuju timnas senior tak pernah benar-benar terbuka.
Ia sempat dua kali dipanggil Didier Deschamps, tetapi tak kunjung mendapat kesempatan tampil. Setelah pemanggilan terakhir pada 2019, namanya tak lagi masuk dalam rencana Les Bleus.
"Menurut saya ini bukan karena alasan teknis. Anda harus bertanya langsung kepadanya (Didier Deschamps)," kata Laporte.
Dia juga menegaskan tidak memiliki persoalan pribadi dengan pelatih timnas Prancis tersebut.
"Saya tidak memiliki masalah pribadi dengannya, tetapi jika ada pihak yang bermasalah, itu adalah dia, bukan saya," lanjutnya.
Ia bahkan menyebut kesempatan menjadi juara dunia bisa saja diraih andaikan dipanggil ke skuad.
"Saya bisa saja menjadi juara dunia, tetapi itu adalah keputusan pelatih yang tidak memanggil saya. Menurut saya itu karena alasan pribadi dan saya harus menghormatinya."
Pendekatan Spanyol dan Peran Luis Enrique
Situasi di Prancis membuka jalan bagi Spanyol. Pada Maret 2021, Federasi Sepak Bola Spanyol mulai mendekati Laporte untuk proses perubahan kewarganegaraan olahraga.
Pelatih kala itu, Luis Enrique, menjadi sosok penting yang meyakinkan Laporte menerima tawaran La Roja.
Setelah memperoleh paspor Spanyol, Laporte resmi memperkuat tim nasional pada Mei 2021.
Keputusan tersebut sempat memicu pro dan kontra. Namun, performanya kemudian menjawab keraguan dan menguatkan tempatnya di skuad.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia tampil konsisten dan diakui sebagai salah satu bek terbaik Spanyol.
Catatan itu juga tercermin pada raihan trofi: Laporte mengangkat UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024 bersama La Roja.