Dosen UGM Mengaku Diintimidasi Usai Kritik Mutasi Kementerian PU

Seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, mengaku mengalami intimidasi, pengancaman, dan doxing.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 18 Juli 2026, 17:37 WIB
Universitas Gadjah Mada. (Foto: laman ugm.ac.id)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, mengaku mengalami intimidasi, pengancaman, dan doxing setelah mengkritik polemik mutasi di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Nabiyla yang merupakan dosen Hukum Ketenagakerjaan UGM mengatakan, ancaman tersebut dikirim oleh seseorang menggunakan nomor yang tidak dikenal ke nomor WhatsApp pribadinya. Dalam pesan itu, pengirim juga menyebarkan data pribadi Nabiyla beserta keluarganya.

"Saya mendapatkan pesan Whatsapp dari satu nomor ponsel pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 14.23 WIB," kata Nabiyla saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026).

"Isinya bernada ancaman dan intimidasi disertai dengan doxing data pribadi dan keluarga saya serta koordinat lokasi/posisi saya di Google Maps," imbuh Nabiyla.

Nabiyla mengungkapkan, pengirim pesan tersebut menyampaikan satu tuntutan, yakni meminta dirinya menghapus unggahan di media sosial X.

 

Isi Unggahan X

Dalam unggahan tersebut, Nabiyla mengkritik kebijakan Menteri Pekerjaan Umum terkait mutasi di internal kementerian. Menurut pengirim pesan, unggahan itu telah menjadi viral dan menimbulkan kegaduhan.

"Pengirim pesan tersebut meminta saya menghapus postingan di media sosial X berikut: https://x.com/i/status/2075790577590051298 karena dianggap telah menimbulkan kegaduhan," ucap Nabiyla.

Menanggapi dugaan intimidasi dan doxing tersebut, Nabiyla melalui firma hukum yang ditunjuknya telah melayangkan somasi kepada pemilik nomor yang mengirimkan pesan.

"Terhadap tindakan pengancaman dan doxing ini, saya telah melayangkan somasi kepada pemilik/pengguna nomor ponsel tersebut melalui sebuah firma hukum. Somasi sudah terkirim ke nomor ponsel tersebut dan belum ada tanggapan lebih lanjut dari yang bersangkutan," tutup Nabiyla.

Reporter: Purnomo Edi Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya