Perjalanan Notep, Suarakan Isu Alam dan Lingkungan lewat Karya-karyanya

Keputusan untuk menghadirkan pesan tentang lingkungan dalam karya-karyanya, mulai muncul setelah Notep rajin menyelam

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 18 Juli 2026, 16:32 WIB
Notep. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Thailand Notep merilis musik video karyanya bertajuk "Radio' pada 22 April 2026 lalu. Dalam video berdurasi tiga setengah menit tersebut, wanita bernama lengkap Note Panayanggool ini membawakan lagunya tersebut di tengah lautan. Ia juga mengenakan gaun dari limbah kaleng soda dan headpiece dari jejaring ikan, yang didesain oleh Eric Tobua.

Semua hal ini ternyata punya makna penting di baliknya. Tanggal 22 April, adalah Hari Bumi. Lokasi syuting MV "Radio" juga punya makna personal, yakni di Pulau Koh Tao, Thailand. 

 "Syuting MV ''Radio' dilakukan di pulau tempat aku kerap melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan isu lingkungan. Semua kostumku juga dibuat dengan menggunakan sampah dan jaring ikan," kata Notep dalam perbincangan daring dengan Liputan6.com, beberapa waktu lalu. 

Ia menambahkan, "Di Koh Tao, kami menghadapi masalah limbah yang sangat menyedihkan. Ada gunungan tinggi sampah. Dan ini adalah hal yang terjadi berlarut-larut, dan tak ada yang menyelesaikannya. Ini sungguh menyedihkan, karena Koh Tao adalah sebuah  pulau kecil yang sungguh indah."

Notep kini dikenal sebagai penyanyi yang menyisipkan pesan-pesan tentang lingkungan dalam karyanya. Namun tidak demikian dengan di awal kariernya. 

"Aku sempat berada pada masa di mana aku dikontrak sebuah perusahaan, yang pada dasarnya aku harus melakukan apa pun yang mereka minta. Ada yang aku suka melakukannya, tapi ada yang tidak," kata Notep. 

Ia pun melakukan berbagai hal. Mulai dari tampil di sitcom, opera sabun, talkshow, MC, hingga modelling. "Aku mencoba segala macam hal yang berkaitan dengan dunia hiburan," kata dia. 


Temukan Jati Dirinya dalam Bermusik dan Seni

Notep. (ist)

Meski saat itu ia mesti menyelesaikan sejumlah hal yang sebenarnya tak ia suka, Notep merasa pengalaman masa lalunya ini bukanlah hal yang sia-sia.

"Itu terasa menyenangkan dan sebuah pengalaman yang membuatku banyak belajar. Tentang apa yang bisa kulakukan dengan baik dan apa yang tidak, serta apa yang kusuka dan tidak," kata Notep.

Setelah kontraknya berakhir, Notep memutuskan untuk fokus pada musik, bidang yang sejak awal memang ia tekuni. "Aku juga fokus pada art, seperti art performance, instalasi, aku hanya ingin melakukan hal yang kuinginkan, bukan karena terpaksa," kata dia.

Lanjut Baca:

Keputusan untuk menghadirkan pesan tentang lingkungan dalam karya-karyanya, mulai muncul setelah Notep rajin menyelam, dan menyadari bahwa pesona bawah laut begitu indah.  "Selain itu aku juga menyadari bahwa pemandangan indah ini tak akan bertahan lama, bila tak ada tindakan yang diambil," kata dia.  Notep menambahkan, "Dari situ aku sadar, ‘Tunggu dulu, aku punya platform, dan ada orang yang mendengarkanku. Mengapa tidak digunakan saja untuk tujuan yang lebih baik? Ketimbang hanya untuk berbagi selfie, mengapa ini tidak dimaksimalkan?'," kata Notep.  Ia juga mengungkap kesadaran mengenai langkahnya menggunakan musik untuk menyuarakan isu lingkungan "Karena aku bukan ilmuwan yang jenius, aku enggak bisa mengedukasi atau semacamnya. Tapi aku bisa berbagi musik dan karya seniku yang berbicara tentang lingkungan, membuatnya menjadi menyenangkan dan begitu indah. Orang bisa jatuh cinta padanya, dan menurutku penting juga untuk membuat hubungan semacam ini," kata dia.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya