Liputan6.com, Jakarta - Cerita horor Indonesia ternyata tidak hanya menarik perhatian di dalam negeri. Kekayaan legenda, mitos, dan kisah rakyat Nusantara berhasil mencuri perhatian pelaku industri webtoon Korea Selatan yang menilai genre tersebut memiliki karakter kuat untuk berkembang menjadi karya digital berkelas dunia.
Advertisement
Pandangan itu mengemuka dalam ajang Indonesia K-Culture Youth Global Frontier: Webtoon Road in Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. SMB Holdings mempertemukan kreator Indonesia dan Korea Selatan melalui program tersebut untuk membangun kolaborasi, sekaligus mendorong lahirnya webtoon kelas internasional.
Editor E-Jong News Lee Chul Ho mengatakan, ketertarikannya terhadap cerita horor Indonesia muncul karena genre tersebut memiliki warna yang berbeda dibandingkan cerita dari negara lain. "Saya penasaran mengapa masyarakat Indonesia sangat menyukai horor," katanya melalui siaran pers pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 17 Juli 2026.
"Setelah mengenal lebih dekat budaya dan keberagaman Indonesia, saya memahami bahwa banyak cerita rakyat dan legenda yang dapat dikembangkan menjadi karya webtoon yang menarik," ia menyambung.
Ketertarikan itu mendorong para kreator Korea mengenal Indonesia lebih dekat. Selama delapan hari, mereka mengunjungi berbagai daerah, mulai dari desa, museum, hingga masjid untuk mempelajari kehidupan masyarakat sebagai bekal menyusun cerita yang lebih autentik.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses riset agar karya yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tapi juga memiliki kedalaman budaya. Ketua Asosiasi Kritikus dan Webtoon Korea, Park Se Hyun, menilai pendekatan tersebut penting karena cerita yang kuat selalu lahir dari pemahaman terhadap lingkungan dan budaya.
Sumber Inspirasi Webtoon
Park melihat Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang dapat menjadi sumber inspirasi tanpa batas bagi industri webtoon. "Drama Korea memang sudah sangat populer di Indonesia, tapi webtoon masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang," ucapnya.
"Pameran karya hasil kolaborasi kreator Korea dan Indonesia ini menjadi awal lahirnya webtoon Indonesia yang mampu bersaing secara global," imbuh dia.
Park menjelaskan, kualitas sebuah webtoon tidak semata-mata ditentukan oleh ilustrasi yang memanjakan mata. Cerita yang mampu membangun emosi pembaca justru menjadi faktor utama yang membuat sebuah judul bertahan dan memiliki penggemar setia.
Karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan lebih mudah dikenang dibandingkan visual yang hanya mengikuti tren. Pandangan tersebut menjadi peluang bagi kreator Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan cerita lokal.
Cerita Modern yang Tak Kehilangan Identitas Budaya
Legenda, mitos, dan tradisi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dapat diolah menjadi cerita modern tanpa kehilangan identitas budaya. Pendekatan seperti itu dinilai mampu menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda bagi pembaca internasional.
Park menyebut, banyak negara harus menciptakan cerita fiksi dari nol, sedangkan Indonesia telah memiliki ribuan kisah rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ia mengungkap pengembangan satu judul webtoon membutuhkan investasi yang besar, bahkan dapat mencapai 500 juta won (sekitar Rp 6 miliar).
Nilai tersebut membuat proses pencarian ide menjadi tahapan yang sangat penting sebelum sebuah karya diproduksi. Tim kreatif harus memastikan cerita memiliki daya tarik sekaligus mampu menjangkau pembaca dari berbagai latar belakang.
Belajar dari Para Profesional
Di sisi lain, CEO Kisai, Tessa Yadawaputri, mengatakan kesempatan belajar langsung dari para profesional Korea menjadi pengalaman berharga bagi kreator muda Indonesia. Program tersebut membuka wawasan mengenai standar industri webtoon internasional, mulai dari proses pengembangan cerita hingga strategi membangun karya yang relevan.
"Korea telah menjadi standar industri webtoon dunia. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang sehingga lahir generasi kreator Indonesia berikutnya," ujar Tessa.
Kolaborasi yang dibangun SMB Holdings tidak berhenti pada pertukaran pengalaman antarkreator. Perusahaan juga menyiapkan ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan industri kreatif, termasuk pengembangan platform pembayaran internasional yang diharapkan mampu menghubungkan kreator, platform, dan pembaca dari berbagai negara.