Demi Didier Deschamps, Timnas Prancis Bertekad Menangkan Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026

Ibrahima Konate menyebut bahwa Timnas Prancis akan melakukan segalanya untuk memenangkan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 demi Didier Deschamps.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 18 Juli 2026, 09:25 WIB
Pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps, meninggalkan lapangan setelah kalah dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bek Timnas Prancis, Ibrahima Konate, menegaskan skuad Les Bleus menatap laga perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 dengan serius. Mereka bertekad memberikan kado perpisahan terbaik kepada Didier Deschamps dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.

Dini hari nanti, Timnas Prancis akan berlaga di Miami Stadium. Mereka akan berhadapan dengan Timnas Inggris di perebutan juara tiga Piala Dunia 2026.

Pertandingan ini sebenarnya akan dilalui Les Bleus dengan setengah hati. Pasalnya target mereka sejak awal adalah memenangkan Piala Dunia 2026, sehingga mereka tidak senang hanya bisa memenangkan peringkat tiga di turnamen empat tahunan ini.

Konate mengakui bahwa tidak ada pemain Prancis yang benar-benar ingin tampil dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. "Tidak ada satu pun dari kami yang ingin bermain untuk memperebutkan tempat ketiga, tetapi kami tidak punya pilihan," ujar Konate seperti yang dikutip ESPN.

Simak komentar lengkap sang bek di bawah ini.


Ingin Membalas Jasa Deschamps

Pelatih Prancis, Didier Deschamps (kedua kanan) mencium trofi Piala Dunia 2018 setelah menjuarai laga final melawan Kroasia pada partai final di Luzhniki Stadium, Moscow, Rusia, 15 Juli 2018. (AFP/Kirill Kudryavtsev)

Meski tidak senang, Konate menyebut bahwa Timnas Prancis bertekad untuk memenangkan laga ini demi Didier Deschamps. Sang pelatih akan mengundurkan diri dari kursi jabatannya setelah Piala Dunia 2026 berakhir.

Konate menyebut seluruh pemain Prancis ingin membalas jasa Deschamps yang telah memberikan kontribusi besar selama menangani tim nasional. Menurutnya, Deschamps layak mendapatkan satu hadiah terakhir sebelum benar-benar meninggalkan kursi pelatih Les Bleus.

"Kami ingin membalas jasa pelatih kami. Dia telah melakukan banyak hal untuk Timnas Prancis. Kami harus berterima kasih kepadanya dan melakukan segala yang kami bisa untuk memenangkan pertandingan ini," sambung Konate.


Medali Cokelat Sebagai Kado Perpisahan

Pelatih Prancis, Didier Deschamps melakukan selebrasi setelah menjuarai Piala Dunia 2018 setelah mengalah Kroasia pada partai final di Luzhniki Stadium, Moscow, Rusia, 15 Juli 2018. (AFP/Ronny Hartmann)

Konate lagi-lagi menyebut bahwa timnya sebenarnya tidak terlalu termotivasi memainkan perebutan juara ketiga ini kalau bukan karena Deschamps. Calon bek baru Real Madrid itu bahkan menyebut medali perunggu sebagai "medali cokelat".

Meski demikian, ia tetap ingin membawa pulang medali tersebut demi menutup perjalanan Deschamps bersama Prancis dengan hasil positif.

"Kami ingin memenangkan pertandingan ini dan mendapatkan medali cokelat ini, medali perunggu ini," pungkas Konate.

Sumber: ESPN

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya