SBI Holdings Akuisisi Platform Perdagangan Kripto Singapura

Grup keuangan Jepang SBI Holdings menguasai Coinhako sebagai bagian dari ekspansi bisnis kripto dan aset digital di Asia.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 19 Juli 2026, 10:00 WIB
Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Grup jasa keuangan asal Jepang, SBI Holdings, resmi mengakuisisi mayoritas saham Holdbuild, perusahaan induk platform perdagangan kripto asal Singapura, Coinhako. Langkah tersebut dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari Monetary Authority of Singapore (MAS) atau bank sentral Singapura.

Dalam pengumumannya, dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (19/7/2026), SBI menyatakan persetujuan regulator memungkinkan perusahaan membeli saham dari para pemegang saham lama melalui suntikan modal. Dengan transaksi tersebut, Coinhako kini resmi menjadi anak usaha terkonsolidasi SBI Holdings.

Coinhako sendiri telah mengantongi lisensi Major Payment Institution (MPI) dari MAS melalui anak usahanya, Hako Technology Pte. Ltd. SBI sebelumnya telah mengumumkan rencana mengakuisisi mayoritas saham Coinhako pada Februari 2026.

Meski demikian, SBI tidak mengungkapkan nilai transaksi akuisisi tersebut.

Perusahaan menjelaskan akuisisi ini akan menggabungkan basis pelanggan dan jaringan bisnis Coinhako di Asia Tenggara dengan berbagai layanan keuangan serta bisnis aset digital milik SBI, termasuk pengembangan stablecoin yen Jepang atau JPYSC.

 

Perkuat Ekspansi Bisnis Kripto di Asia Tenggara

Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)

Akuisisi Coinhako menjadi bagian dari strategi jangka panjang SBI Holdings untuk memperkuat bisnis aset digital di kawasan Asia.

SBI menyebut Singapura merupakan salah satu pusat penting dalam pengembangan industri aset digital global sekaligus menjadi pasar strategis bagi ekspansi perusahaan di Asia Tenggara.

Perusahaan bahkan berencana menggelar pertemuan perdana seluruh pimpinan cabang luar negeri di Singapura pada musim panas tahun ini sebagai upaya memperkuat fondasi bisnis regional.

Dalam beberapa bulan terakhir, SBI memang semakin agresif memperluas bisnis kripto melalui berbagai aksi korporasi, investasi, dan pengembangan teknologi berbasis blockchain.

Awal Juli 2026, SBI memimpin pendanaan Seri C senilai US$ 76 juta untuk bursa kripto institusional EDX Markets. Selain itu, perusahaan juga mengumumkan rencana mengakuisisi bursa kripto Jepang Bitbank senilai US$ 289 juta, yang ditargetkan menjadi salah satu platform perdagangan aset digital terbesar di Jepang.

 

Dorong Pengembangan Stablecoin dan Tokenisasi Aset

Selain ekspansi melalui akuisisi, SBI juga terus mengembangkan berbagai inovasi di sektor aset digital.

Pekan ini, perusahaan menjalin kerja sama dengan Ondo Finance untuk menghadirkan saham-saham Jepang dalam bentuk token digital (tokenized stocks). Kolaborasi tersebut juga akan mengintegrasikan stablecoin JPYSC sebagai instrumen penyelesaian transaksi (settlement) dan agunan (collateral).

Sebelumnya, pada Februari 2026, SBI bersama Startale Group meluncurkan blockchain Layer-1 bernama Strium yang difokuskan untuk mendukung perdagangan surat berharga yang ditokenisasi (tokenized securities) dan aset dunia nyata (real-world assets).

Jaringan blockchain tersebut dirancang untuk mendukung perdagangan selama 24 jam sehari, penyelesaian transaksi saham digital, hingga berbagai layanan keuangan bagi investor institusi.

Melalui berbagai langkah tersebut, SBI menegaskan komitmennya memperluas ekosistem aset digital, tidak hanya di Jepang tetapi juga di berbagai pasar internasional, termasuk Asia Tenggara yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan industri kripto yang besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya