Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap melakukan efisiensi anggaran negara, termasuk dengan mengurangi anggaran sektor pertahanan dan kepolisian, untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem dan kelaparan di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Advertisement
Menurut Prabowo, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2045-2050. Namun, target tersebut hanya bisa dicapai apabila persoalan kemiskinan dan kelaparan diselesaikan sejak sekarang.
"Kita okelah ya keempat di dunia, boleh enggak? Hah? Kita nanti 2040, 50, kita di atas Jepang, di atas Inggris, Brazil, Prancis. Makanya kita sekarang harus siap," kata Prabowo.
Ia mengatakan waktu menuju 2045-2050 tidaklah lama sehingga kualitas sumber daya manusia harus dipersiapkan sejak dini. Karena itu, pemerintah akan memprioritaskan penghapusan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem.
"Jadi kalau kita sekarang tidak ngurus anak-anak itu, dia gimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia? Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan," ujar dia.
Dukung Efisiensi Belanja Negara
Untuk mendukung upaya tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan terus melakukan efisiensi belanja negara.
Bahkan, menurutnya, anggaran pertahanan maupun kepolisian dapat dikurangi apabila diperlukan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan.
"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan. Rela TNI? Rela polisi?" tutur Prabowo.
Pernyataan itu langsung disambut jawaban "rela" dari para anggota TNI dan Polri yang hadir.
Prabowo kemudian menanggapi respons tersebut dengan nada bercanda.
"Aku tanya TNI, polisi yang jawab. Rela ya anggaran dikurangin? Ikhlas? Kok ikhlas, ikhlas," ucap dia.