Gus Ipul Ajak Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tinggalkan Ketergantungan Bansos

Selain menyekolahkan anak, pemerintah menyiapkan program pemberdayaan agar keluarga penerima manfaat Sekolah Rakyat bisa mandiri dan keluar dari kemiskinan.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 17 Juli 2026, 18:00 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur. (Dok: Kemensos)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para orangtua siswa Sekolah Rakyat berkomitmen untuk mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos).

Komitmen itu disampaikan dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Selain menyekolahkan anak, pemerintah menyiapkan program pemberdayaan agar keluarga penerima manfaat Sekolah Rakyat bisa mandiri dan keluar dari kemiskinan.

Di hadapan para orangtua siswa, Gus Ipul memimpin pembacaan komitmen agar mereka mengikuti program pemberdayaan yang disiapkan pemerintah.

"Saya, orang tua Siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos," ucap Gus Ipul yang diikuti serentak oleh para orang tua siswa.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi orangtua agar dapat keluar dari jerat kemiskinan.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul juga meninjau gedung baru Sekolah Rakyat sekaligus menyaksikan berbagai penampilan siswa, mulai dari baris variasi, tari Onclang Kidang, pidato tiga bahasa, hingga paduan suara.

Di sela kegiatan, Gus Ipul berdialog dengan komandan baris variasi, Rachmad Albi Fakhri (15).

"Senang di Sekolah Rakyat?" tanya Gus Ipul.

"Senang sekali," jawab Albi.

"Kenapa senang?"

"Karena banyak teman dan semua baik kepada saya."

Suasana haru juga mewarnai kegiatan saat siswi Mai Nur Shafa (12) membacakan puisi hingga menitikkan air mata. Saat ditanya Gus Ipul, Shafa mengaku menangis karena merindukan kedua orangtuanya yang merantau.

"Karena kangen kedua orang tua."

"Emang sudah berapa lama tidak bertemu?"

"Dari sejak awal kelas 1, karena orang tua pergi merantau," ungkap Shafa.

 

 

Ajak Siswa Ingat Slogan Baru Sekolah Rakyat

Ilustrasi Sekolah Rakyat. (Ist)

Shafa mengaku telah tinggal bersama neneknya sejak berusia dua tahun. Meski jarang bertemu kedua orangtuanya, ia bercita-cita menjadi dokter dan ingin membanggakan keluarganya.

"Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orangtuaku, aku ingin membahagiakan orang tuaku."

Ia juga mengajak teman-temannya untuk tetap semangat belajar.

"Teman-teman kita yang semangat ya. Belajar yang serius agar bisa mencapai cita-cita kita," ujar Shafa.

Mendengar hal itu, Gus Ipul memberikan apresiasi kepada Shafa.

"Padahal belum bertemu orangtuanya tapi tetap ingin membahagiakan mereka. Luar biasa Shafa ini," katanya.

Gus Ipul kemudian mengajak seluruh siswa mengingat slogan baru Sekolah Rakyat.

"Sekarang ada satu slogan baru yang harus selalu diingat. Kalau saya mengatakan 'Siswa Sekolah Rakyat', kalian menjawab: 'Setiap siswa berharga!'" ajaknya.

Ia menegaskan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

"Karena di Sekolah Rakyat, tidak ada anak yang dianggap gagal. Tidak ada anak yang dianggap bodoh. Setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing."

Buka Harapan bagi Anak-Anak Tak Mampu

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga berbincang dengan calon siswa Muhammad Dafa Maulana (16), yang mengaku sempat putus sekolah sejak kelas dua SD.

Mendengar kisah tersebut, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat dibangun bukan hanya untuk menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga membuka kembali harapan bagi anak-anak yang kehilangan kesempatan belajar karena faktor ekonomi.

"Negara harus memberi kesempatan. Dan negara harus memastikan setiap anak memiliki masa depan yang lebih baik," tutup Gus Ipul.

Gus Ipul turut mengapresiasi Pemerintah Kota Pasuruan yang mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan Sekolah Rakyat telah membawa perubahan bagi anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan.

"Alhamdulillah, sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahannya cukup luar biasa. Bisa dipastikan bahwa Sekolah Rakyat ini memberikan kontribusi bagi anak-anak kita yang selama ini tidak bisa merasakan suasana sekolah," kata Adi.

Kegiatan Open House Sekolah Rakyat juga dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI Syaiful Nuri, Wakil Wali Kota Pasuruan Mokhamad Nawawi, unsur Forkopimda Kota Pasuruan, pejabat Kementerian Sosial, kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan Sekolah Rakyat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya