Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang KMP Batumandi diduga terjatuh atau melompat ke perairan sekitar Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan. Penghentian dilakukan setelah pencarian intensif selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.
Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara mengatakan, penghentian operasi dilakukan setelah seluruh unsur SAR bersama pihak keluarga mengevaluasi hasil pencarian telah berlangsung sejak Kamis (9/7/2026).
Advertisement
Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan menyisir permukaan laut menggunakan RIB 02, termasuk di perairan sekitar Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi menjadi area prediksi hanyutnya korban berdasarkan analisis SAR Map Prediction. Namun hingga hari ketujuh, korban belum berhasil ditemukan.
"Selama tujuh hari kami telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik, mulai dari penyisiran di laut, analisis pergerakan korban, hingga berkoordinasi dengan berbagai instansi dan nelayan. Namun korban belum berhasil ditemukan," kata Rezie, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, keputusan menghentikan operasi diambil berdasarkan hasil musyawarah antara Tim SAR Gabungan dan keluarga korban diwakili pamannya, Saladin.
"Berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama keluarga, Operasi SAR resmi dihentikan dan korban dinyatakan hilang. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, Basarnas siap membuka kembali operasi pencarian," ujar Rezie.
Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Bakauheni, Ditpolairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Lampung Selatan, TNI AL Kalianda, ASDP Bakauheni, serta keluarga korban. Selama pencarian, tim menghadapi kendala berupa arus bawah laut yang cukup kuat dan terbatasnya sinyal komunikasi di lokasi operasi.
Basarnas Lampung juga mengimbau nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi agar segera melapor apabila menemukan petunjuk yang diduga berkaitan dengan korban melalui Call Center Basarnas 115 atau Com Center Basarnas Lampung.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, Zora Panasea Martauli Ompusunggu, warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dilaporkan diduga melompat ke laut dari atas KMP Batumandi saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Bakauheni pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 01.42 WIB.
Peristiwa bermula ketika awak kapal mengumumkan agar seluruh penumpang kembali ke kendaraan masing-masing. Tak lama kemudian, ibu korban melaporkan bahwa putrinya belum kembali ke dalam Bus Qilau Wisata yang mereka tumpangi. Petugas sempat memanggil nama korban melalui pengeras suara sebanyak lima kali, namun tidak mendapat respons. Saat melakukan penyisiran di dalam kapal, awak kapal menemukan sepasang sepatu dan sebuah jaket yang diduga milik korban di tangga sisi kanan menuju dek kendaraan 1.
Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban telah terjatuh atau melompat ke laut sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Bakauheni. Hingga operasi pencarian ditutup, korban belum berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang.