Prabowo Pimpin Panen Raya TNI Serentak di 43 Lokasi

Panen raya melibatkan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU untuk mendukung target ketahanan pangan nasional melalui komoditas padi, kedelai, dan tebu.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 17 Juli 2026, 16:47 WIB
Presiden Prabowo saat Panen Raya Jagung Serentak. (Foto: tangkapan layar Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI yang digelar serentak di 43 lokasi dari Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui keterlibatan tiga matra TNI.

Panen raya melibatkan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU untuk mendukung target ketahanan pangan nasional melalui komoditas padi, kedelai, dan tebu.

Pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 14.33 WIB. Setibanya di lokasi, ia meninjau sejumlah stan yang menampilkan program unggulan TNI, termasuk berbagai inovasi hilirisasi yang mendukung peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan industri.

Salah satu stan yang dikunjungi Prabowo menampilkan mesin pemusnah sampah MOTAH Incinerator.

Anggota TNI menjelaskan bahwa mesin karya anak bangsa tersebut mampu mengolah sampah tanpa menggunakan listrik maupun bahan bakar sehingga lebih hemat energi.

Prabowo juga mengunjungi stan tiga matra TNI yang memamerkan pengembangan komoditas tebu hingga menjadi gula. Khusus TNI AU, proses budidaya tebu didukung teknologi geospasial dan penginderaan jauh menggunakan drone.

Selanjutnya, Prabowo memimpin panen raya yang berlangsung serentak di berbagai daerah. Kegiatan itu mencakup panen tebu di delapan lokasi yang didampingi TNI AU, panen padi di 31 lokasi oleh TNI AD, serta panen kedelai di empat lokasi bersama TNI AL.

Pendampingan Budidaya Padi dan Jagung

Presiden Prabowo Subianto saat menaiki traktor jenis Combine Corn Harvester saat panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan program ketahanan pangan TNI dijalankan dengan pembagian tugas sesuai keunggulan masing-masing matra. TNI AD berfokus pada pendampingan budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU mendukung pengembangan tebu.

Menurut Prasetyo, selama Januari hingga Juni 2026, TNI AD telah mendampingi pengelolaan 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton. Sementara itu, TNI AU mendampingi pengembangan 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi mencapai 18,386 juta ton atau setara sekitar 1,36 juta ton gula, yang berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.

Prasetyo menambahkan, Lanud Abdulrachman Saleh menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, pupuk organik, dan berbagai produk bernilai tambah lainnya.

"Dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional," tutur Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya