Iran Ancam Balasan Menghancurkan jika Infrastrukturnya Kembali Diserang

Pernyataan itu muncul setelah AS memperluas serangan terhadap infrastruktur Iran.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 17 Juli 2026, 15:33 WIB
Tangkapan layar video yang dirilis Komando Pusat AS (CENTCOM) pada 15 Juli 2026, yang menurut militer AS memperlihatkan serangan di Iran. (Dok. AFP)

Liputan6.com, Teheran - Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap infrastruktur Iran akan memicu respons yang sangat menghancurkan.

Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi mengatakan Iran sepenuhnya siap menghadapi perang dan akan memberikan respons keras terhadap setiap serangan maupun tindakan agresif baru yang ditujukan kepada negaranya.

"Jika infrastruktur kami dirusak, seluruh infrastruktur di kawasan akan menjadi sasaran kami," kata Shekarchi pada Kamis (16/7/2026), seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Shekarchi menambahkan, jika musuh memiliki kemampuan untuk menghancurkan Iran, mereka tidak akan menunggu bahkan selama satu jam untuk melakukannya.

Ia juga menyatakan bahwa AS dan Israel tidak memiliki hak untuk berada di kawasan tersebut. Menurutnya, selama bertahun-tahun, kedua negara telah menjarah negara-negara di kawasan dan menjadi sumber ketidakamanan.

Lebih lanjut, Shekarchi menegaskan bahwa kedaulatan Republik Islam Iran atas Selat Hormuz merupakan sumber keamanan bagi seluruh kawasan, bukan sumber ketidakamanan.

"Kami menuntut penarikan AS dari kawasan dan tidak akan pernah mundur terkait Selat Hormuz," tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan AS terhadap sejumlah sasaran di Iran.

Associated Press melaporkan bahwa serangan udara berturut-turut oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) menghancurkan beberapa jembatan jalan raya utama di Bandar Khamir, Provinsi Hormozgan, pada Kamis malam, yang memutus akses transportasi ke pelabuhan utama Bandar Abbas. Selain jembatan, operasi udara yang sama semalam hingga menjelang Jumat (17/6) dini hari turut merobohkan sebuah menara pengawas di Pelabuhan Chabahar, yang berada di pesisir Teluk Oman.

Reuters melaporkan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer AS yang telah berlangsung selama enam malam berturut-turut. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya