Liputan6.com, Jakarta - Bursa kripto global Bybit resmi memperluas ekspansinya di Asia Tenggara dengan meluncurkan platform perdagangan aset kripto yang beroperasi secara lokal di Indonesia. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan mengakuisisi mayoritas saham PT Enkripsi Teknologi Handal, perusahaan aset digital yang sebelumnya dikenal dengan nama NOBI.
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (17/7/2026), melalui aksi korporasi tersebut, NOBI resmi berganti nama menjadi Bybit Indonesia. Perusahaan menyebut peluncuran platform akan dilakukan secara bertahap dengan menghadirkan 500 pasangan perdagangan (trading pair) mata uang kripto pada tahap awal. Jumlah tersebut akan terus ditambah seiring pengembangan layanan di masa mendatang.
Advertisement
Bybit menjelaskan ekspansi ke Indonesia bukan sekadar pergantian merek, melainkan bagian dari strategi untuk beroperasi sesuai regulasi dan struktur pasar domestik.
Perusahaan menilai akuisisi terhadap PT Enkripsi Teknologi Handal memungkinkan Bybit menggabungkan teknologi dan pengalaman global dengan tim lokal yang telah memahami karakteristik pasar serta ketentuan regulasi di Indonesia.
Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat proses ekspansi dibandingkan membangun entitas baru dari awal, sekaligus memanfaatkan pengalaman perusahaan yang telah lebih dulu mengantongi izin sebagai pelaku industri aset kripto di Indonesia.
Layanan Diluncurkan Bertahap
Bybit Indonesia akan mengembangkan layanannya secara bertahap. Pada fase awal, platform ini menyediakan 500 pasangan perdagangan kripto sebelum memperluas jumlah aset dan fitur yang tersedia.
Strategi peluncuran bertahap tersebut memungkinkan perusahaan memastikan kesiapan sistem, proses kepatuhan terhadap regulasi, hingga infrastruktur perdagangan sebelum layanan diperluas secara penuh.
Meski belum mengungkap jadwal peluncuran tahap berikutnya, Bybit menilai penyediaan 500 trading pair sejak awal sudah memberikan pilihan yang luas bagi investor di Indonesia.
Dalam menjalankan operasionalnya, Bybit juga mempertahankan jajaran manajemen dari NOBI. Lawrence Samantha ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO), sedangkan Dionisius Evan dipercaya menjabat Chief Operating Officer (COO).
Dengan mempertahankan kepemimpinan lokal, Bybit berharap proses adaptasi terhadap regulasi, kebutuhan pengguna, hingga hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dapat berjalan lebih efektif.
Pasar Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Bybit Bidik Peluang Besar
Indonesia menjadi salah satu pasar aset kripto yang berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Februari 2026 terdapat 21,07 juta pengguna aset kripto yang terdaftar di Indonesia.
Sepanjang 2025, nilai transaksi aset kripto di Indonesia juga mencapai Rp 482 triliun atau sekitar US$ 26,85 miliar, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi aset digital.
Di sisi lain, pengawasan terhadap industri kripto juga semakin diperkuat. Hingga April 2026, OJK telah memberikan izin kepada 31 perusahaan di sektor aset kripto, yang terdiri atas dua bursa kripto, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 25 pedagang aset digital. PT Enkripsi Teknologi Handal, yang kini menjadi Bybit Indonesia, termasuk salah satu perusahaan yang telah mengantongi izin tersebut.
Dengan masuknya Bybit melalui perusahaan yang telah berizin, perusahaan diharapkan dapat mempercepat pengembangan bisnis di Indonesia sekaligus memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati bagaimana Bybit Indonesia memperluas jumlah aset kripto yang diperdagangkan, meningkatkan likuiditas, serta mengintegrasikan platform lokalnya dengan ekosistem global Bybit di tengah pertumbuhan industri aset digital yang terus berlanjut.