Liputan6.com, Jakarta - Festival tahunan, Bangor Fest Vol.4 kembali digelar. Mengusung tema "The Magnificent 7 Years Journey of Bangor" ini akan berlangsung di Stadion Madya GBK pada 8-9 Agustus 2026.
Bangor Fest Vol.4 akan menghadirkan sederet musisi papan atas Tanah Air, mulai dari Bernadya, Mahalini, Perunggu, Hindia, .Feast, hingga Aldi Taher. Ammar selaku Festival Director berharap festival ini dapat terus berlanjut dan hadir kembali pada tahun-tahun mendatang.
Advertisement
"Ada banyak peningkatan. Sekarang kita sudah running 80 persen, harusnya on track. Sekarang posisi venue kita ada di Stadion Madya GBK tanggal 8-9 Agustus 2026. Semoga ke depan kita akan ada Bangor Fest Vol. 5," kata Ammar di kawasan Puri, Jakarta Barat, Rabu (15/7/2026).
Penyelenggaran festival ini sekaligus merayakan lini bisnis Denny Sumargo, Burger Bangor, yang sudah memasuki tahun ketujuh dan kini memiliki sekitar 840 outlet di seluruh Indonesia.
"Komitmennya kita tuh selalu kita berusaha satu jaga, kedua kita tingkatkan," jelas Denny.
Cerita Denny Sumargo
Pria yang akrab disapa Densu itu mengaku masih sering memantau langsung media sosial pribadinya dan menerima keluhan pelanggan melalui pesan langsung Instagram. Setiap laporan yang masuk akan segera diteruskan ke manajemen pusat untuk ditindaklanjuti secepat mungkin.
"Bahkan saya sendiri kadang-kadang masih melayani komplain ke DM Instagram saya. Saya langsung share, ini langsung disikapin, dan secepat itu langsung dibereskan," ungkap Denny.
Rangkaian Kegiatan Bangor Fest Vol 4
Selain konser musik, Bangor Fest Vol. 4 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti pemecahan Rekor MURI, peluncuran menu terbaru Bangor Jawara Series, serta aneka perlombaan khas perayaan Hari Kemerdekaan.
"Kita pikir kita nggak boleh stop di comfort zone. Kita harus terus inovasi, tapi inovasinya bisa memberikan dampak buat masyarakat. Di tengah kondisi yang ramai, dan panas, kita kan perlu hiburan. Di tengah kondisi yang toxic, kita perlu olahraga. Di tengah kondisi di mana orang-orang selalu berpikir eh negatif, kita cari yang edukatif. Jadi semua halnya arahnya ke sana," pungkas Denny Sumargo.