Liputan6.com, Teheran - Serangan Amerika Serikat (AS) semalam menghantam sebuah bandara, stasiun kereta api di kota pelabuhan Bandar Abbas, serta dua jembatan di Iran. Demikian menurut laporan media Iran pada Jumat (17/7/2026).
"Tiga ledakan terdengar di sekitar bandara dan sedikitnya satu proyektil yang ditembakkan musuh menghantam Bandara Iranshahr di wilayah tenggara Iran," kata stasiun televisi pemerintah IRIB melalui Telegram, seperti dilaporkan CNA.
Advertisement
Sementara itu, kantor berita Mehr melalui Telegram menyebutkan, "Beberapa menit lalu, Stasiun Persimpangan Kereta Api Bandar Abbas diserang oleh AS. Berdasarkan laporan yang diterima, dua warga Iran terluka dalam serangan tersebut."
Bandar Abbas, yang terletak di tepi Selat Hormuz, menjadi lokasi pelabuhan terbesar Iran serta sejumlah fasilitas penting milik angkatan laut dan Garda Revolusi negara itu.
Sebuah laporan resmi juga menyebut dua jembatan di Provinsi Hormozgan menjadi sasaran serangan udara. Mengutip kantor berita IRNA, laporan tersebut menyatakan dua orang tewas dan sembilan lainnya terluka.
AS dan Iran saling melancarkan serangan dengan intensitas yang meningkat pada Kamis (16/7), melanjutkan eskalasi selama sepekan yang praktis meruntuhkan gencatan senjata bulan lalu.
Militer AS mengatakan pihaknya melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam keenam berturut-turut pada Kamis guna semakin melemahkan kemampuan militer Iran.
Untuk pertama kalinya sejak sebuah nota kesepahaman menghentikan sementara pertempuran bulan lalu, dua gelombang besar serangan udara AS menghantam Iran dalam satu hari pada Rabu (15/7). Sebagian besar serangan menyasar wilayah pesisir selatan negara itu.
Teheran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan militer AS di sejumlah negara tetangga, termasuk sebuah pangkalan udara di Yordania yang baru-baru ini diperluas. Iran mengatakan pangkalan tersebut digunakan dalam serangan AS terhadap sebuah rumah sakit kanker anak di Iran pada Rabu malam.
Iran juga telah menghentikan sebagian besar lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz setelah serangan kembali meningkat.
Teheran telah kembali menutup Selat Hormuz, sementara Washington kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.
Menurut sejumlah sumber kepada Reuters, Iran mengisyaratkan dapat mendorong sekutunya, kelompok Houthi di Yaman, untuk menutup jalur laut penting lainnya, yakni Selat Bab al-Mandeb di pintu masuk Laut Merah, apabila Washington menyerang infrastruktur Iran. Pekan lalu, Iran menyerang kapal-kapal yang melintasi sebuah koridor di selat tersebut.
Di tengah meningkatnya serangan, Trump pada Rabu menyambut kabar yang ia sebut sebagai pembebasan seorang warga negara AS yang ditahan di Iran. Seorang pengacara hak asasi manusia mengidentifikasi warga tersebut sebagai Dena Karari. Trump menyebut pembebasan itu sebagai bentuk iktikad baik dari Teheran.
Namun, lembaga peradilan Iran pada Kamis membantah pernyataan tersebut. Menurut laporan media pemerintah, lembaga itu menyatakan tidak ada tahanan AS yang dibebaskan maupun dipertukarkan dari penjara Iran.