Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto selama 24 jam terakhir mayoritas bergerak di zona merah termasuk bitcoin (BTC). Dari 15 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, hanya Monero (XMR) yang masih mampu mencatatkan kenaikan, sementara sisanya mengalami koreksi dengan penurunan yang bervariasi, mulai dari stablecoin hingga aset kripto berkapitalisasi besar.
Bitcoin (BTC) masih menjadi aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar, disusul Ethereum (ETH) dan Tether (USDT). Di sisi lain, tekanan jual paling dalam terjadi pada Hyperliquid (HYPE) yang anjlok lebih dari 8%, diikuti Zcash (ZEC) yang turun hampir 7% dalam perdagangan 24 jam terakhir.
Advertisement
Mengutip Coinmarketcap.com, Jumat (17/7/2026) Bitcoin (BTC) masih memimpin pasar kripto dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,28 triliun. Meski demikian, harga Bitcoin terkoreksi 1,52% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 63.886,69.
Di posisi kedua, Ethereum (ETH) memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 225,33 miliar. Harga ETH turun lebih dalam dibanding Bitcoin, yakni 3,06% ke level US$ 1.865,88.
Sementara itu, stablecoin Tether (USDT) tetap mempertahankan kapitalisasi pasar besar sebesar US$ 184,07 miliar. Harga USDT bergerak stabil di US$ 0,9991, hanya melemah tipis 0,02% dalam 24 jam terakhir.
BNB berada di peringkat keempat dengan kapitalisasi pasar US$ 76,39 miliar. Harga token milik ekosistem Binance ini turun 1,33% menjadi US$ 573,33.
Sedangkan USD Coin (USDC) menempati posisi kelima dengan kapitalisasi pasar US$ 73,25 miliar. Sebagai stablecoin, USDC diperdagangkan di kisaran US$ 0,9997, turun tipis 0,01% dalam periode yang sama.
XRP hingga Dogecoin Bergerak di Zona Merah
Untuk aset kripto XRP berada di posisi keenam dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 68,06 miliar. Harga XRP turun 2,37% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 1,08. Selanjutnya, Solana (SOL) menyusul di peringkat ketujuh dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 43,91 miliar. Aset kripto ini melemah 2,90% sehingga diperdagangkan di US$ 75,27.
Tron hingga Hyperliquid
Lalu aset kripto Tron (TRX) menempati posisi kedelapan dengan kapitalisasi pasar US$ 30,66 miliar. Harga TRX relatif lebih stabil dibanding aset lainnya dengan penurunan 0,41% ke US$ 0,3231.
Di posisi kesembilan terdapat Hyperliquid (HYPE) dengan kapitalisasi pasar US$ 15,61 miliar. HYPE mencatat pelemahan paling tajam di antara 15 aset terbesar, yakni 8,04%, sehingga harganya turun menjadi US$ 61,72. Sementara itu, Dogecoin (DOGE) berada di urutan ke-10 dengan kapitalisasi pasar US$ 11,27 miliar. Meme coin terbesar tersebut turun 1,90% ke level US$ 0,07265.
Monero Jadi Satu-satunya yang Menguat
Zcash (ZEC) berada di posisi ke-11 dengan kapitalisasi pasar US$ 9,01 miliar. Harga ZEC turun cukup tajam sebesar 6,92% menjadi US$ 536,57, menjadikannya salah satu aset dengan pelemahan terbesar dalam daftar ini.
Selanjutnya, UNUS SED LEO (LEO) juga memiliki kapitalisasi pasar US$ 9,01 miliar. Harga token tersebut terkoreksi tipis 0,24% menjadi US$ 9,79. Lalu aset kripto Stellar (XLM) menempati posisi ke-13 dengan kapitalisasi pasar US$ 6,42 miliar. Dalam 24 jam terakhir, harga XLM melemah 0,75% ke level US$ 0,1876.
Berbeda dengan mayoritas aset lainnya, Monero (XMR) justru mencatatkan penguatan. Kripto dengan kapitalisasi pasar US$ 6,31 miliar ini naik 1,86% sehingga diperdagangkan di US$ 335,70, menjadi satu-satunya aset dalam daftar yang berada di zona hijau. Sedangkan, Chainlink (LINK) memiliki kapitalisasi pasar US$ 6,26 miliar. Harga LINK turun 2,14% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 8,36.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.