Liputan6.com, Beirut - Militer Lebanon pada Rabu (15/7/2026) mengumumkan telah menerima jenazah seorang tentaranya yang tewas dan jasadnya ditahan oleh militer Israel selama sekitar tiga bulan.
Dalam keterangannya seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, militer Lebanon menyebut jenazah Patrick Bakarian diserahkan melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC).
Advertisement
Bakarian dinyatakan hilang sejak 19 April. Belakangan diketahui bahwa ia tewas di tangan pasukan Israel, yang kemudian menahan jenazahnya.
Pada hari yang sama, Lebanon dan Israel merampungkan putaran keenam perundingan langsung di Roma sebagai bagian dari upaya menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon.
Berdasarkan data resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 4.324 orang, melukai 12.223 lainnya, serta memaksa lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Sebagian wilayah tersebut telah dikuasai selama puluhan tahun, sedangkan wilayah lainnya direbut dalam perang 2023–2024.