Ledakan di Gudang Amunisi Puspalad Madiun, 1 TNI Gugur

Ledakan gudang munisi TNI AD di Madiun menewaskan satu prajurit dan melukai enam personel lainnya.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 16 Juli 2026, 18:23 WIB
Ledakan Dahsyat Guncang Gudang Munisi Puspalad di Madiun.

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Insiden mengakibatkan seorang prajurit TNI AD gugur dan enam personel lainnya terluka.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan.

“Tentara Nasional Angkatan Darat berdukacita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Gupusmu II Puspalad Saradan, Kabupaten Madiun, pada Kamis pagi tadi,” kata Donny dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis.

Menurut dia, satu personel meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Selain itu, empat personel mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Sesaat setelah ledakan, seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Satuan juga melaporkan kejadian tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Donny mengatakan TNI AD telah membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab pasti ledakan. Tim tersebut diberangkatkan ke lokasi guna melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

“Saat ini Tentara Nasional Angkatan Darat telah membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut,” ujarnya.

Investigasi Transparan

Ia menegaskan investigasi akan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan agar seluruh fakta yang ditemukan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil penyelidikan selesai.

“Kami mengajak seluruh pihak memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,” ucap Donny.

TNI AD, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga serta memastikan penanganan medis maupun proses investigasi berjalan dengan baik.

"Mungkin itu yang bisa kami sampaikan, dan terima kasih, saya minta untuk media, untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan, dan bersabar agar tim investigasi dapat bekerja dengan baik," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya