Liputan6.com, Makassar - KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar di Makassar, Kamis (16/7/2026) mengatakan, data awal yang diterima menyebut, jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah diverifikasi ulang bersama pihak terkait, keseluruhan orang di kapal mencapai 70 orang.
"Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan," katanya.
Advertisement
Dari informasi awal yang diterima, Kapal KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026), sekitar pukul 05.00 Wita dengan membawa penumpang.
Dalam perjalanannya, kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan pada posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Usai menerima laporan kejadian, kata Arif, pihaknya langsung mengerahkan personel unsur SAR untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap para penumpang kapal.
"Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal," katanya.
Dalam operasi tersebut, atas bantuan KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi sejumlah penumpang KM Nurul Salsa, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.
Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita, termasuk awak kapal, dari lokasi sekitar 18 NM dari titik kejadian. Sementara itu, enam orang lainnya berhasil diselamatkan kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi menuju Pulau Polassi.
Arif menegaskan, seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal sesuai dengan prosedur operasi SAR. Pihaknya meminta doa agar tim SAR dapat segera menemukan korban secepatnya.
"Data korban ini masih belum valid, karena pihak tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam kM Nurul Salsa tersebut," tutupnya.
Operasi SAR kecelakaan KM Nurul Salsa masih berlangsung dengan fokus pencarian di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap).
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Kantor Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal nelayan yang turut membantu proses evakuasi.