Batal ke Maluku, Prabowo Bilang Punya 'Utang' ke Warga Tanimbar

Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena batal menghadiri groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela dan berjanji segera mengunjungi Maluku.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 16 Juli 2026, 14:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto di acara Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena tidak dapat menghadiri langsung peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Prabowo mengaku harus menghadiri sejumlah agenda di Jakarta sehingga hanya mengikuti acara secara virtual.

Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena batal menghadiri groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela dan berjanji segera mengunjungi Maluku.

"Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video conference ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian," kata Prabowo dari Istana Merdeka, Jakarta.

Prabowo mengatakan dirinya memiliki "utang" kepada masyarakat Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar karena belum sempat berkunjung. Ia pun berjanji akan datang dalam waktu dekat.

"Tentunya ini merupakan hutang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insya Allah saya akan melunasi hutang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi," ujarnya.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut dimulainya pembangunan proyek LNG Abadi Masela sebagai momen penting bagi Indonesia. Menurut dia, proyek tersebut telah menunggu realisasi selama puluhan tahun.

"Kita dapat berkumpul hari ini dalam suatu momen bersejarah, momen yang sangat penting dalam perjalanan pembangunan bangsa yakni acara groundbreaking proyek strategis nasional di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku," tutur Prabowo.

 

Proyek Bernilai Rp355 Triliun

Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur.

Lapangan Abadi Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional di sektor minyak dan gas bumi yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku. Nilai investasinya mencapai US$20,9 miliar atau sekitar Rp355 triliun.

Lapangan gas tersebut diperkirakan memiliki cadangan sekitar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan menjadi salah satu lapangan gas laut dalam terbesar di Indonesia.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Masela ditandatangani pemerintah dengan Inpex Corporation pada 16 November 1998. Dua tahun kemudian, perusahaan tersebut menemukan cadangan gas raksasa di Lapangan Abadi.

Setelah sempat mengalami berbagai penundaan, pemerintah memasukkan Blok Masela ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Inpex Masela Ltd mempercepat pengembangan proyek tersebut agar dapat mulai berproduksi pada 2029.

"Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," kata Bahlil pada Jumat (26/6/2026).

Menurut rencana, proyek LNG Abadi Masela akan memasuki tahap konstruksi pada 2027, sedangkan produksi perdana ditargetkan dimulai pada 2029.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya