Liputan6.com, Jakarta - ITSEC Asia (CYBR) memperkenalkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan di Indonesia untuk mempercepat proses pengujian keamanan siber.
Dengan menggabungkan agen kecerdasan buatan (AI) dan keahlian profesional keamanan siber, perusahaan mengklaim proses penetration testing yang biasanya memakan waktu berhari-hari dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.
Advertisement
Peluncuran Bronyx AI dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya pemanfaatan AI dalam pengembangan aplikasi, layanan, dan infrastruktur digital.
Di sisi lain, teknologi yang sama juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mempercepat dan mengotomatisasi serangan, sehingga organisasi dituntut melakukan pengujian keamanan dengan lebih cepat.
Menurut President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, Bronyx AI dibangun berdasarkan pengalaman perusahaan selama lebih dari 16 tahun di industri keamanan siber.
"Platform ini juga didukung lebih dari 400 personel keamanan siber yang menangani berbagai kebutuhan penetration testing di sejumlah industri dan pasar internasional," ujar Patrick, Rabu (15/7/2026) di Jakarta.
Berbeda dari vulnerability scanner konvensional yang hanya berfokus pada identifikasi celah keamanan, Bronyx AI menggunakan agen AI yang mampu menganalisis hasil pengujian secara aktif dan menentukan langkah pengujian berikutnya.
Pendekatan ini dirancang agar proses assessment menjadi lebih adaptif terhadap kondisi sistem yang diuji.
Pendekatan Human In The Loop
Meski mengandalkan AI, Bronyx AI tetap menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL). Pada mekanisme ini, seluruh temuan dengan tingkat risiko tinggi dan kritis akan divalidasi terlebih dahulu oleh konsultan keamanan siber ITSEC Asia sebelum laporan akhir diberikan kepada pelanggan.
Dalam pengujian, Bronyx AI diklaim mampu menyelesaikan full scan dalam waktu sekitar 14 menit hingga 4 jam, bergantung pada ruang lingkup dan kompleksitas sistem yang diuji.
Platform ini mendukung pengujian terhadap web application, API, dan network range yang telah ditentukan. Bronyx AI juga menghasilkan Security Assessment Report yang dilengkapi penilaian Common Vulnerability Scoring System (CVSS) beserta rekomendasi remediasi.
ITSEC Asia menegaskan bahwa setiap pengujian hanya dilakukan terhadap aset yang telah memperoleh otorisasi tertulis dari pelanggan sesuai ruang lingkup yang disepakati.
Jamin Keamanan Data Pengguna
Dari sisi perlindungan data, perusahaan menyatakan data setiap pelanggan disimpan secara terisolasi, sementara keys dan credentials dienkripsi. Selain itu, hasil pengujian tidak akan digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis dari pelanggan.
Untuk implementasi, Bronyx AI tersedia dalam model layanan berbasis cloud maupun dapat diterapkan langsung di lingkungan (on-premises) pelanggan.
Melalui pengembangan Bronyx AI, ITSEC Asia memperluas bisnisnya dari penyedia layanan keamanan siber menjadi pengembang teknologi keamanan berbasis AI.
Perusahaan berharap platform ini dapat membantu organisasi mempercepat proses pengujian keamanan tanpa mengabaikan validasi oleh tenaga ahli, sehingga mampu mengikuti laju perkembangan ancaman siber yang semakin cepat.