Liputan6.com, Jakarta - Anisa Bahar kembali menyoroti polemik lagu Gapapa yang diubah menjadi versi berlirik vulgar tanpa izin. Pedangdut senior itu mengaku bukan hanya merasa dirugikan sebagai pencipta karya, tetapi juga terpukul karena dampaknya sampai dirasakan keluarganya.
Bahkan, sang anak sempat mempertanyakan arti lirik yang beredar di media sosial.
Advertisement
Anak Anisa Bahar Ikut Pertanyakan Lirik
Anisa mengungkapkan, hal yang paling membuatnya sedih adalah ketika anaknya melihat konten tersebut dan bertanya mengenai makna lirik yang dinilainya tidak pantas.
"Dan menurut aku ini sangat merusak anak bangsa Indonesia sih. Dan lebih yang bikin aku kesel, anakku sampai nanya, 'Mah, ini artinya apa sih?' Parah kan," ujar Anisa Bahar saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Ia pun meminta sang anak untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di media sosial agar tidak terpapar konten serupa.
"Dek jangan, untuk sementara ini jangan buka sosmed dulu ya Dek. Yang nggak bagus-nggak bagus itu tolong nggak usah dilihat, nggak usah ditonton. Makanya itu agak kesel aku," imbuhnya.
Terkejut Lihat Lagu Diubah Jadi Konten Vulgar
Anisa menceritakan awalnya menerima kiriman video yang menampilkan lagu Gapapa dengan lirik yang telah dipelesetkan. Semula ia menganggap video tersebut hanya candaan, tetapi pandangannya berubah setelah mengetahui lagu itu dibuat dalam bentuk video klip.
Seruni Bahar yang ikut melihat video tersebut mengaku sama terkejutnya. Menurutnya, membawakan ulang lagu orang lain bukan masalah, tetapi mengubah lirik menjadi bermuatan vulgar sudah melewati batas.
"Beneran dong buka IG, Astaghfirullahaladzim Ya Allah, di luar nalar sumpah," ungkapnya.
Sebut Karya Dihina
Seruni juga menyayangkan tindakan pembuat konten yang dinilai mengubah lirik demi mengejar perhatian di media sosial.
"Ya Allah kok gini amat ya orang cari duit ya. Aku dalam hati kasian juga ada kasiannya, tapi kok ini nggak bisa didiemin gitu lho. Karya orang diacak-acak," kata Seruni.
Anisa kemudian langsung menghubungi sang adik setelah melihat video tersebut. Keduanya sepakat bahwa perubahan lirik tanpa izin merupakan bentuk penghinaan terhadap karya yang telah mereka bangun bersama.
"Seruni, lagu kita diacak-acak lho!" kenang Anisa.