Liputan6.com, Teheran - Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Selasa membantah laporan The New York Times yang menyebut badan intelijen Israel, Mossad, pernah berupaya merekrutnya.
Dalam sebuah pernyataan, kantor Ahmadinejad menuding surat kabar tersebut menerbitkan laporan palsu untuk menyesatkan opini publik dan memicu perpecahan di dalam negeri Iran.
Advertisement
Kantor Ahmadinejad juga menegaskan bahwa mantan presiden tersebut tidak sedang menjalani tahanan rumah. Kabar itu disebut direkayasa untuk mendukung klaim The New York Times yang dinilai tidak masuk akal.
"Kami dengan tegas membantah seluruh tudingan tidak benar yang disebarkan oleh The New York Times," demikian pernyataan kantor Ahmadinejad, seperti dilaporkan TRT.
The New York Times pada Senin (13/7) melaporkan bahwa Mossad dalam beberapa tahun terakhir berupaya membujuk Ahmadinejad agar bekerja sama dengan Israel. Badan intelijen itu juga disebut memandangnya sebagai salah satu calon potensial untuk memimpin Iran.
Menurut laporan tersebut, rencana itu merupakan bagian dari upaya Israel yang lebih luas untuk mendorong pergantian rezim di Iran setelah serangan awalnya menargetkan sejumlah pemimpin senior negara tersebut.
"Dalam beberapa tahun terakhir, menurut para pejabat Amerika Serikat (AS), Israel secara diam-diam membiayai tempat tinggal dan perjalanan Ahmadinejad. Para agen Israel juga beberapa kali bertemu dengannya di luar negeri, termasuk ketika ia berkunjung ke Budapest," tulis surat kabar tersebut.
Menurut The New York Times, upaya Israel merekrut Ahmadinejad mencapai puncaknya pada akhir Februari, ketika perang AS dan Israel melawan Iran baru berlangsung beberapa hari. Intelijen Israel saat itu diduga berusaha mengeluarkan Ahmadinejad dari Teheran sebagai bagian dari rencana menggulingkan pemerintah Iran dan menempatkannya sebagai pemimpin negara tersebut.
Surat kabar itu melaporkan bahwa serangan udara Israel pada 28 Februari menghantam kompleks Ahmadinejad, termasuk sebuah bangunan yang digunakan para pengawalnya dan kendaraan lapis baja miliknya.
Empat pejabat senior Iran mengatakan sebuah mobil Peugeot hitam datang setelah serangan tersebut. Mobil itu kemudian menjemput Ahmadinejad dan membawanya ke sebuah rumah aman rahasia di wilayah Iran.
Dengan mengutip pejabat AS dan Iran yang disebut mengetahui operasi tersebut, The New York Times mengeklaim bahwa mobil itu dikemudikan oleh agen Mossad.
Pekan lalu, Ahmadinejad menghadiri pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Kehadirannya dalam pemakaman tersebut menjadi penampilan pertamanya di hadapan publik sejak perang AS dan Israel melawan Iran.