SDN di Boyolali Cuma Dapat 1 Siswa, Kepsek Ungkap Penyebabnya

Kepsek SDN 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Boyolali, mengungkap penyebab sekolah yang dipimpinnya hanya dapat satu siswa di tahun ajaran baru.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 14 Juli 2026, 12:48 WIB
Kepsek SDN 2 Cepokosawit Boyolali Arya Dani Rushertanto. (Liputan6.com/ Dok Arie Sunaryo)

Liputan6.com, Boyolali - Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Arya Dani Rushertanto mengungkap penyebab sekolah yang dipimpinnya hanya mendapatkan 1 siswa pada tahun ajaran 2026/2027 ini. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan.

Saat ditemui di ruang kepala sekolah Arya mengatakan, pihaknya tidak kurang kurang dalam berinovasi agar diminati siswa dan orang tuanya. Namun saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hanya satu siswa bernama Khanza yang mendaftar.

"Untuk PPDB tahun ini sebenarnya kami sudah tidak kalah-kalah dalam hal untuk berinovasi nggih. Terlihat dari beberapa bulan terakhir kami juga sudah melaksanakan beberapa ekstrakurikuler unggulan dan juga pembiasaan-pembiasaan yang tidak kalah dengan SD-SD bahkan dengan SD swasta. Ya, kita sudah memasukkan juga unsur-unsur keagamaan," ujar Arya.

Arya membantah anggapan orang-orang yang menyebut SD Negeri sangat kurang dalam pelajaran agama. Menurut pengakuan Arya, di sekolah yang dipimpinnya, kerap dilakukan pembiasaan memasukkan unsur-unsur keagamaan, seperti hafalan Al-Qur'an, asmaul husna, dan sebagainya.

"Kami juga punya program ekstra kulikuler unggulan, yaitu rebana. Nah, ini juga merupakan nilai positif dari SD kami," katanya.

Menurut Arya, sekolahnya hanya mendapat satu orang siswa baru di tahun ajaran 2026/2027 ini karena kondisi di masyarakat Cepoko sendiri, yang hanya memiliki satu anak usia masuk SD. Arya mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan siswa pada setiap tahun ajaran baru.

"Kami tidak kurang-kurang sudah door to door ibaratnya sowan ke wali murid, ke masyarakat, bahkan ke pak lurah dan tokoh masyarakat. Kita menjalin komunikasi dengan Bunda PAUD. Tapi ternyata tahun ini ya tetap kita syukuri, kita mendapatkan satu siswa," katanya.

 

Berikan Layanan Terbaik

Berapapun jumlah siswa yang didapatkan, Arya berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik untuk para siswa. Hal tersebut terlihat dari semangat para guru.

"Bisa dilihat, walaupun hanya satu siswa tetap kami layani MPLS-nya. Kemudian juga kemarin hasil TKA untuk kelas 6. Ini cukup baik di Kecamatan Sawit. Untuk bahasa Indonesianya itu dapat nilai 93 koma sekian," jelasnya.

"Kemudian untuk matematika juga 83 atau 86, sekian itu. Nah, itu merupakan bukti jika SD kami, SD Negeri 2 Cepokosawit ini tidak kalah dalam prestasi. Nanti juga sudah dilihat untuk literasi di perpustakaan kami. Ini merupakan perpustakaan satu-satunya di Kecamatan Sawit yang terakreditasi. Nanti bisa dipersani sendiri seperti apa kualitas bukunya, kemudian seperti apa nanti untuk manajemen perpustakaannya kami ada semua seperti itu, Bapak. Nggih, terima kasih," urainya.

Arya menambahkan, menurunnya jumlah siswa sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut juga dirasakan hampir hampir semua sekolah.

"Karena mungkin juga program dari pemerintah sukses yaitu KB sehingga satu keluarga ya hanya satu mungkin dua tidak lebih dari itu untuk anaknya. Dan kami juga berpendapat itu karena mungkin juga ada tren dari masyarakat yang cenderung juga memilih sekolah yang full day atau yang berbasis swasta," katanya.

Meskipun dalam kondisi tersebut, pihaknya tidak patah semangat dan menjalankan proses belajar mengajar sesuai instruksi Dinas Pendidikan dan Korwil di Kecamatan Sawit.

"Kami tetap tidak patah semangat. Walaupun berapa jumlah muridnya kami tetap layani dengan sebaik-baiknya. Sampai titik darah penghabisan," pungkasnya.

Kontributor: Merdeka.com/Arie Sunaryo

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya