S&P Pertahankan Rating Indonesia, Intip Sektor Saham yang Berpotensi Cuan

S&P pertahankan rating Indonesia, analis rekomendasikan sektor perbankan big caps dan consumer yang berpotensi cuan berkat sokongan sentimen positif pasar.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 14 Juli 2026, 17:40 WIB
Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook Stable dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar modal domestik.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kepastian peringkat utang tersebut diyakini mampu memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

Analis Pasar Modal sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, mengatakan keputusan S&P tersebut juga membuka peluang bagi saham-saham berfundamental kuat untuk kembali menjadi incaran investor.

"Sektor yang menarik masih pada sektor dengan fundamental kuat dan sensitif terhadap perbaikan sentimen," kata Elandry kepada Liputan6.com, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, sejumlah sektor memiliki prospek menarik seiring membaiknya sentimen pasar. Elandry menilai sektor perbankan berkapitalisasi besar atau big caps masih menjadi pilihan utama investor setelah S&P mempertahankan peringkat Indonesia.

Menurut dia, saham-saham bank besar mencerminkan stabilitas ekonomi domestik sekaligus memiliki fundamental yang solid. Kondisi tersebut membuat sektor perbankan berpotensi menjadi tujuan utama aliran dana, terutama dari investor institusi dan asing.

"Beberapa sektor yang dapat dicermati antara lain perbankan big caps karena mencerminkan stabilitas ekonomi domestik," ujarnya.

 

Saham Consumer Berpeluang Ikut Bersinar

Seorang wanita terlihat di balik monitor kaca yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Selain perbankan, sektor consumer juga dinilai memiliki prospek menarik. Elandry mengatakan sektor ini mendapat dukungan dari daya beli masyarakat yang tetap terjaga sehingga berpotensi mencatatkan kinerja yang stabil.

Emiten-emiten konsumsi diperkirakan dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi nasional pasca keputusan S&P.

"Sektor consumer karena didukung daya beli, serta sektor komoditas seperti energi dan logam yang masih memiliki katalis dari harga komoditas global. Selain itu, saham-saham yang berorientasi domestik berpotensi kembali mendapat perhatian seiring membaiknya capital flow," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya