Filosofi Teras Tembus Cetakan ke-100 dan Difilmkan, Henry Manampiring Enggan Dipuji Sendirian

Henry Manampiring menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kesuksesan buku Filosofi Teras.

oleh Afradhiya N. RDiterbitkan 14 Juli 2026, 12:11 WIB
Henry Manampiring, kiri, dalam press conference film Filosofi Teras di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N.R)

Liputan6.com, Jakarta - Penulis buku Filosofi Teras, Henry Manampiring, menyampaikan rasa syukur atas dua pencapaian besar dalam perjalanannya. Buku self improvement yang memuat Stoisisme ini resmi memasuki cetakan ke 100. Bersamaan dengan itu, adaptasi film layar lebar dari buku tersebut akan segera tayang di bioskop Indonesia dalam waktu dekat.

Dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat pada Minggu (12/7/2026), Henry Manampiring berbincang dan berinteraksi dengan para tamu undangan mengenai Filosofi Teras dan juga mental health. Penulis buku mega best seller ini juga memberikan terima kasihnya pada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan buku dan promosi buku tersebut.

“Saya mau mengucapkan terima kasih buat semua pihak yang membantu saya dalam perjalanan. Saya enggak sendiri dan saya berutang budi kepada banyak pihak,” ucapnya.

Namun ternyata, ia justru merasa sungkan saat menerima ucapan selamat atas kedua pencapaian besar tersebut. Henry menegaskan bahwa apresiasi ini juga milik orang-orang yang telah mendukung dan menemaninya sepanjang proses menulis buku.


Henry Manampiring Kembalikan Ucapan Selamat

Foto Henry Manampiring, kedua dari kiri pada Press Conference Filosofi Teras di kawasan Jakarta Pusat pada (12/7/2026) (Liputan6.com/Afradhiya N.R)

Selain menyampaikan rasa terima kasih mendalam, Henry Manampiring juga mengucapkan selamatnya kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan karyanya hingga mencapai cetakan ke 100 dan difilmkannya Filosofi Teras. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah pencapaian individu, melainkan buah kerja keras bersama.

"Menurut saya proses pembuatan buku itu lebih dari penulisnya, ada pihak lain yang sangat berjasa dari penerbit, editor, narasumber yang mengisi buku ini seperti Romo Setyo," ungkap Henry. 

Ia juga merasa tidak enak jika harus menerima pujian itu sendirian karena besarnya kontribusi pihak lain dalam mempromosikan bukunya. "Saya rikuh sekali kalau diucapkan selamat karena harus mengembalikan selamat ini ke banyak pihak, ada book influencer, bookstagrammer, dan podcast," tambahnya.


Buku selanjutnya yang Diharapkan Henry Bakal Difilmkan

Henry Manampiring, kiri, dalam press conference Filosofi Teras di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N.R)

Menjadi salah satu penulis ternama di Indonesia yang karyanya banyak dijadikan favorit dan bahkan dijadikan film, Henry mengungkapkan buku lain yang ia harapkan untuk diadaptasi menjadi film. Buku ini ialah buku 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan yang ia tulis untuk dirinya di umur 20.

Lanjut Baca:

“Seandainya ada yang berminat lagi (menjadikan bukunya sebagai film), buku yang paling cocok itu memang buku 50 to 20. Itu buku yang saya tulis waktu saya menginjak usia 50, itu saya menulis 50 pesan dari saya untuk diri saya sendiri waktu berusia 20. Jadi saya kayak mengirim surat melalui pesan waktu. Semoga potensi film sih,” Ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya