Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) Frans Meroga Panggabean menilai peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi gerakan koperasi nasional.
"Hari ini, 12 Juli, merupakan Hari Koperasi Nasional ke-79. Kita patut bersyukur karena pada momentum kali ini terlihat jelas bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sangat mendukung dan berpihak kepada koperasi," kata Frans.
Advertisement
Menurut Frans, selama 27 tahun berkecimpung dalam gerakan koperasi, baru kali ini ia merasakan keberpihakan pemerintah yang begitu besar terhadap koperasi.
"Selama saya berkecimpung dalam gerakan koperasi selama 27 tahun terakhir, belum pernah ada pemerintahan yang memberikan dukungan sebesar ini kepada koperasi. Baru kali ini, dan ini merupakan sebuah sejarah," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Guna memastikan percepatan operasional Koperasi Desa Merah Putih, Kementerian Koperasi telah menunjuk 16 koperasi besar sebagai kakak asuh.
Koperasi-koperasi tersebut bertugas mendampingi pengurus koperasi desa dalam pengelolaan organisasi, manajemen, keuangan, hingga pengembangan usaha.
Percepatan Keberhasilan Kopdes Lewat Program Collab-Coop
Salah satu koperasi besar yang mendapat penugasan tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari melalui program Collab-Coop (Kolaborasi Antarkoperasi) yang dijalankan bersama Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI).
Frans Meroga Panggabean yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari mengatakan pendampingan difokuskan pada penguatan modal usaha dan jaringan distribusi agar koperasi desa dapat segera beroperasi.
"Kami membuka akses terhadap berbagai kebutuhan usaha, mulai dari sembako, pupuk, solar, benih, hingga jaringan distribusi. Skema kerja sama dirancang agar porsi keuntungan terbesar tetap dinikmati oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga koperasi desa dapat tumbuh lebih kuat," terang Frans.
Selain memperluas akses usaha, program Collab-Coop juga memberikan pendampingan melalui skema channeling pembiayaan, pelatihan analisis kredit, hingga penguatan tata kelola keuangan agar koperasi desa mampu berkembang secara mandiri.